Profil Johanis Tanak, Pimpinan KPK Pengganti Lili Pintauli

Profil Johanis Tanak, Pimpinan KPK Pengganti Lili Pintauli

Metroterkini.com - Lili Pintauli Siregar secara resmi mengundurkan diri sebagai Wakil Ketua KPK pada Senin (11/7/2022). Surat pengunduran dirinya sudah diajukan sejak 30 Juni 2022 dan telah diterima oleh Presiden Joko Widodo. Presiden juga telah menandatangani Keputusan Presiden (Keppres) tentang pemberhentian Lili Pintauli Siregar sebagai Wakil Ketua KPK.

Diketahui, pengunduran diri Lili ada kaitannya dengan pelanggaran kode etik yang dilakukannya. Dia diduga terlibat dalam kasus gratifikasi berupa tiket nonton ajang balap Moto GP di Sirkuit Mandalika dari PT Pertamina.

Tidak hanya itu, Lili juga mendapatkan fasilitas penginapan di Lombok yang mana membuat dirinya terseret dalam sidang etik. Namun begitu, kasus pelanggaran kode etik tersebut dinyatakan gugur karena Lili sudah mengundurkan diri dari kursi kepemimpinan KPK.

Untuk mencari pengganti dari Lili Pintauli, Presiden Jokowi mengusulkan dua nama yaitu I Nyoman Wara dan Johanis Tanak. Mereka berdua sempat ikut dalam uji kelayakan pada tahun 2019 lalu, namun sayangnya mereka tidak terpilih oleh DPR.

Di antara 10 calon komisioner KPK saat itu, Johanis Tanak merupakan satu-satunya calon yang berprofesi sebagai jaksa. Lalu, siapakah Johanis Tanak?

Johanis Tanak sudah memiliki banyak pengalaman dalam bidang hukum. Dia memulai pendidikan hukumnya di Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin pada tahun 1983. Hingga kemudian, dia memulai kariernya sebagai seorang jaksa.

Karier Johanis dalam ranah hukum sangat cemerlang. Dia pernah menjabat sebagai Kepala Kejaksaan Negeri Karawang dan Kepala Kejaksaan Negeri Sulawesi Tenggara. Selanjutnya, dia memperoleh jabatan sebagai Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi Riau.

Pada tahun 2014, Johanis dipercaya sebagai Kepala Kejaksaan Tinggi Sulawesi Tengah. Walaupun sudah memiliki karier yang bagus, Johanis kembali melanjutkan pendidikannya ke program doktor di Program Studi Ilmu Hukum Universitas Airlangga pada tahun 2019.

Di tahun yang sama, dia sempat masuk sebagai calon pimpinan KPK untuk periode 2019-2023. Saat itu, ia menjabat sebagai Direktur Tata Usaha Negara pada Jaksa Agung Muda Perdata dan Tata Usaha Negara Kejaksaan Agung.

Pada pemilihan capim KPK 2019, ada empat orang jaksa lain yang masuk ke dalam daftar capim KPK. Keempat jaksa tersebut adalah Kepala Kejati Sumatera Selatan Sugeng Purnomo, Kepala Kejati Sulawesi Tengah Muhammad Rum, Kepala Pusat Pendidikan Pelatihan Manajemen dan Kepemimpinan pada Badan Diklat RI Ranu Mihardja, serta Jaksa Koordinator pada Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus Supardi.

Namun begitu, hanya Johanis satu-satunya jaksa yang terpilih dan lolos hingga tahap akhir. Sayangnya, Johanis tidak lolos menjadi pimpinan KPK. Di balik kegagalannya, dia mendapatkan kepercayaan untuk meduduki jabatan sebagai Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Jambi pada 2020.
Kini, Johanis telah pensiun dari kejaksaan, namun kariernya terus berlanjut.

Pada voting pemilihan calon pengganti pimpinan KPK, Rabu (28/9/2022), Johanis mendapatkan 38 suara anggota Komisi III DPR. Sedangkan saingannya, I Nyoman Wara, hanya mendapatkan 14 suara. Total suara 53, sedangkan 1 suara abstain. Dengan demikian, Johanis Tanak resmi terpilih sebagai pimpinan KPK yang baru menggantikan Lili Pintauli untuk masa jabatan 2019-2023. [**]

Berita Lainnya

Index