Tarif Listrik Kembali Diskon Hingga Desember 2021 

Sabtu, 17 Juli 2021 - 20:07:46 WIB
Share Tweet Instagram

Metroterkini.com - Pemerintah bakal memperpanjang diskon listrik hingga bulan Desember 2021. Semula, diskon listrik ini bakal berakhir pada bulan September 2021. 

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengatakan, tambahan masa diskon listrik merupakan bagian dari tambahan bantuan sosialyang dikucurkan sebagai tindak lanjut pemberlakuan PPKM Darurat. 

"Kami akan menambah dan memperpanjang diskon listrik yang seharusnya selesai bulan September untuk 32,6 juta pelanggan," kata Ari Mulyani dalam konferensi pers PPKM Darurat, Sabtu (17/7/2021). 

Sri Mulyani mengungkapkan, pihaknya sudah menyiapkan tambahan anggaran sebesar Rp 1,91 triliun untuk bantuan diskon listrik tersebut. Dengan demikian, anggaran diskon listrik naik dari Rp 7,58 triliun menjadi Rp 9,49 triliun. Stimulus yang diberikan sampai akhir tahun ini meliputi diskon tarif listrik, dan pelaksanaan pembebasan biaya beban atau abonemen. 

"Kami perpanjang biaya abonemen atau biaya beban untuk 1,14 juta pelanggan. Kita perpanjang sepanjang tahun sampai Desember sehingga akan ada tambahan Rp 420 miliar dari anggaran menjadi Rp 2,11 triliun," beber Ani. 

Berikut ini rincian stimulus tarif listrik untuk golongan rumah tangga hingga akhir tahun 2021. 

a. Perpanjangan diskon tarif listrik untuk Pelanggan golongan rumah tangga daya 450 VA (R1/TR 450 VA), bisnis kecil daya 450 VA (B1/TR 450 VA) dan industri kecil daya 450 VA (I1/TR 450 VA) :
- Reguler atau pascabayar: rekening listrik diberikan diskon sebesar 50 persen atau gratis (biaya pemakaian dan biaya beban); 
- Prabayar:diberikan diskon tarif listrik untuk pembelian token sebesar 50 persen. 

b. Perpanjangan diskon tarif listrik untuk pelanggan golongan rumah tangga daya 900 VA bersubsidi (R1/TR 900 VA): 
- Reguler atau pascabayar: rekening listrik diberikan diskon sebesar 25 persen (biaya pemakaian dan biaya beban). 
- Prabayar: diberikan diskon tarif listrik untuk pembelian token sebesar 25 persen. **


TULIS KOMENTAR

BERITA TERKAIT