Aisyah Alami Gangguan Jiwa Perlu Bantuan Pemerintah

Aisyah Alami Gangguan Jiwa Perlu Bantuan Pemerintah

Metroterkini.com - Aisyah (40), seorang janda 3 anak yang kini hidup sebatang kara disebuah gubuk yang sangat tidak layak huni dengan kondisinya saat ini mengalami gangguan jiwa, perlu perhatian semua pihak.   

Aisyah saat ini tanpa perhatian dari siapapun, yang tinggal dipedalaman Aceh Utara, tepatnya di Dusun Blang Asan Desa Seuneubok Baro, Kecamatan Cot Girek, Kabupaten Aceh Utara, Provinsi Aceh.

Kepala Dusun Blang Asan Jhon Junaidi menyampaikan, Ainsyah atau lebih dikenal dengan sebutan Kak Canti, sudah lama mengalami gangguan jiwa. Awalnya dia waras dan memiliki suami, lalu cerai setelah dikaruniai seorang anak. Saat melahirkan anak pertama suaminya diusir dari rumah oleh almarhum ibu mertua. Kemudian mereka cerai. Nah, sejak cerai dari suaminya itulah kak Canti mengalami gangguan jiwa.

Tak sampai disitu, Kak Canti menikah lagi untuk yang kedua kalinya dan di karuniai dua orang anak. Disaat itulah kejiwaan kak Canti semakin parah, sehingga suaminya mencerainya lagi dan ikut memboyong kedua anaknya.

Tak lama kemudia dia menikah lagi untuK ketiga kalinya. Singkat cerita, suaminya yang ketiga akhirnya kabar meninggalkan kak Canti belum lama ini. 

Cerita Jhon Junaidi, selama mengalami gangguan kejiwaan, penduduk disini turut prihatin dengan cara memberikan makanan atau nasi. "Saya yang sering memberinya makanan atau bisa dibilang saya juga mengurusnya dengan cara itu. Namun, tidak selamanya kita bisa bantu mengingat kemampuan kita terbatas. Saya harap ada pihak yang bisa bantu kak Canti untuk bisa dibawa ke RSJ," harapnya.

Sementara itu organisasi kepemudaan dan masyarakat Cot Girek yang tergabung dalam Ikatan Masyarakat Aceh Membangun (IMAM), yang mengetahui perihal kak Canti dari Anggota Imam dan juga beberapa rekan media langsung menuju lokasi . 

Safrijal, S.Kep juga menyampaikan keprihatinanya kepada wanita yang kini tinggalsebatangkara disebuah rumah gubuk yang nyaris ambruk. "Setelah kami datangi ternyata laporannya benar dan terbukti sangat miris kehidupan kak Ainsyah".

"Melihat kondisi Kak Ainsyah, maka kita akan koordinasikan persoalan ini kepada abang kandung kak Ainsyah yang ada di Lhoksukon. Dalam hal kami juga akan membahas dengan Muspika Cot Girek, untuk selanjutnya mungkin ada solusi saling bekerjasama dan membantu kak Ainsyah untuk dibawa ke RSJ yang ada di Banda Aceh, namun ini masih dalam perencanaan karena kita juga perlu bicarakan ke tingkat Kabupaten," pungkas Safrijal.

Geuchik Seuneubok Baro, Ismail Husen juga mengucapkan terimakasih yang peduli dan mengunjungi rumah kak Ainsyah. "Selaku Geuchik dan mewakili masyarakat saya sangat apresiasi langkah IMAM sebagai bentuk upaya membantu Ainsyah kedepan." 

Geuchik juga menceritakan, sebelumnya memang sudah ada rencana akan membawa yang bersangkutan ke RSJ Banda Aceh dan hal itu disetujui oleh abang kandung Kak Ainsyah, namun gagal karena data kependudukan salah dalam pengetikan nama. "Saat ini kondisi Ainsyah memang sangat miris dan memprihatinkan dan dia sudah sewajarnya untuk kita bantu," ungkap Ismael Husen. [samsul]
 

Berita Lainnya

Index