Metroterkini.com - Pemenang lelang sejumlah paket Dinas Pendidikan (Disdik) Bengkalis yang sudah diumumkan pemenangnya hari ini, dinilai tidak rasional dari segi nilai maupun volumenya dan terkesan dipaksakan. Fakta ini bertolak belakang dengan pernyataan Pelaksana Tugas (Plt) Kadisdik Bengkalis, Heri Indra Putra terkait realisasi lelang.
Wakil Ketua Gabungan Pengusaha Konstruksi Indonesia (Gapensi) Bengkalis, M.Fachrorozi Agam menuding lelang yang dilaksanakan di Kelompok Kerja (Pokja) 2 Unit Layanan Pengadaan (ULP) Bengkalis sangat tidak rasional dari sisi volume dan anggaran.
Padahal ungkap Agam, Plt Kadisdik sudah menyampaikan kalau waktu pengerjaan yang tersisa dengan anggaran serta volume sesuai dengan DPA dan RKA awal sangat tidak memungkinkan sehingga untuk kegiatan fisik volume dan nilainya dikurangi sampai setengah dari nilai awal.
"Dari hasil pelelangan umum yang sudah diumumkan Pokja 2 ULP ada yang ganjil dan kita menilai tidak rasional. Misalnya dengan sisa waktu sekitar 2 bulan anggaran untuk pengerjaan kegiatan lanjutan fisik SMA Unggulan Rp 9,4 milyar dan akademi komunitas negeri Bengkalis Rp 10,26 milyar. Dengan anggaran tersebut rasanya mustahil untuk kegiatan fisik bisa selesai pada akhir tahun ini," tegas Fachrorozi Agam, Jumat (09/10/15).
Selain dua paket tersebut sambung Agam, ada juga pembangunan lanjutan SDN 48 Bengkalis dengan nilai Rp 3,5 milyar dan SMP 4 Bengkalis senilai Rp 3,75 milyar.
Anehnya dengan sisa waktu tahun anggaran 2015 sekitar dua bulan masih ada paket fisik dengan nilai diatas Rp 2 milyar yang dilelang. Bahkan diduga kuat pelelangan di pokja 2 ULP tersebut sarat intervensi dan muatan politis.
"Ada apa ini. Pernyataan Plt Kadisdik dengan realisasi lelang yang dilakukan pokja 2 khususnya paket SMA Unggulan dan Akademi Komunitas Negeri sangat bertolak belakang. Apa mungkin dengan sisa waktu 2 bulan paket senilai Rp 9 dan Rp 10 milyar bisa diselesaikan 100 persen. Atau lelang di pokja 2 ULP ada kepentingan tertentu serta intervensi untuk kepentingan politik," sambung Agam, mantan sekretaris KNPI Bengkalis itu.
Sebelumnya Plt Kadisdik, Heri Indra Putra menyebutkan sesuai dengan sisa waktu yang tersedia pada tahun ini untuk kegiatan fisik nilai dan volumenya dipangkas antara 50 sampai 80 persen.
Bahkan untuk pengadaan atau mobiler yang belum dilelang dan ada keterkaitan dengan kegiatan fisik bangunan sekolah ditiadakan atau lelangnya dibatalkan walaupun seluruh dokumen lelang menurut Plt Kadisdik untuk fisik sudah diserahkan ke ULP.
"Karena waktu yang tersisa tinggal 2-3 bulan lagi, nilai dan volume proyek fisik dikurangi. Jumlahnya bervariasi termasuk untuk paket pengadaan yang berkaitan dengan kegiatan fisik lanjutan kita tiadakan pada tahun 2015," papar Heri Indra. [rdi]