Kabut Asap : DPRD Meranti Dorong Pembelajaran Daring

Kamis, 17 September 2026 | 10:12:29 WIB
anggota DPRD Kepulauan Meranti, Pazrul Amraini, S.Pd.

Metroterkini – Kondisi kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang menyelimuti wilayah Kabupaten Kepulauan Meranti mendapat perhatian dari anggota DPRD Kepulauan Meranti, Pazrul Amraini, S.Pd.

Pazrul yang merupakan anggota Komisi III DPRD Kepulauan Meranti menyarankan agar Dinas Pendidikan segera mengambil kebijakan untuk meliburkan aktivitas belajar mengajar di sekolah, mengingat kondisi kabut asap saat ini dinilai dapat berpotensi memengaruhi kesehatan anak-anak.

“Kalau bisa segera diliburkan. Kondisi kabut asap saat ini sangat tidak baik sekali, apalagi bagi anak-anak,” ujar Pazrul, pada Kamis (17/09/2026).

Menurutnya, keselamatan dan kesehatan peserta didik harus menjadi pertimbangan utama dalam menentukan kebijakan proses belajar mengajar di tengah kondisi udara yang tidak sehat akibat kabut asap.

Ia juga menyarankan agar proses pembelajaran sementara dapat dilakukan secara daring hingga kondisi kabut asap kembali membaik.

“Diharapkan proses belajar mengajar bisa dilaksanakan melalui daring. Menunggu asap berkurang, setelah itu proses belajar mengajar bisa kembali dilaksanakan seperti biasa,” katanya.

Pazrul mengatakan, persoalan tersebut juga telah didiskusikan bersama rekan-rekannya di Komisi III DPRD Kepulauan Meranti. Menurutnya, langkah antisipasi perlu segera dilakukan agar anak-anak tidak terlalu lama terpapar kabut asap.

Ia juga menyinggung bahwa sejumlah daerah telah mengambil kebijakan meliburkan siswa sekolah sebagai langkah untuk mengantisipasi dampak kabut asap terhadap kesehatan.

“Di beberapa daerah sudah ada yang meliburkan anak-anak sekolah karena khawatir terhadap kesehatan. Kami berharap Dinas Pendidikan segera mengambil kebijakan untuk meliburkan anak-anak,” ujarnya.

Sebelumnya, Dinas Pendidikan Kabupaten Kepulauan Meranti telah mengimbau pihak sekolah agar meningkatkan kewaspadaan terhadap kondisi kabut asap serta mengurangi aktivitas siswa di luar ruangan.

Namun, dengan kondisi kabut asap yang dinilai semakin tidak baik apalagi bagi anak-anak, Pazrul berharap pemerintah daerah melalui Dinas Pendidikan dapat segera mengambil langkah yang lebih tegas demi melindungi kesehatan peserta didik.

Sebelumnya, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kepulauan Meranti mengimbau seluruh sekolah untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap kondisi kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi belakangan ini.

Walaupun sempat diguyur hujan beberapa  hari terakhir disebagian wilayah, namun di Kabupaten termuda di Provinsi Riau itu masih diselimuti kabut asap pada jam tertentu.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kepulauan Meranti melalui Kepala Bidang Pendidikan Dasar (Dikdas), Irwanto, mengatakan pihaknya telah mengingatkan masing-masing koordinator wilayah (korwil) agar dapat mengambil langkah meliburkan siswa apabila kondisi udara semakin memburuk.

"Kalau memang seandainya kondisi udara makin parah, kita juga sudah mengimbau ke sekolah-sekolah melalui masing-masing korwil untuk dapat meliburkan siswa," ujar Irwanto saat dikonfirmasi melalui telepon, Selasa (15/9/2026).

Meski demikian, hingga saat ini belum ada sekolah di Kabupaten Kepulauan Meranti yang meliburkan siswanya akibat kabut asap. Menurutnya, berdasarkan pemantauan secara kasat mata, kondisi kabut asap saat ini belum tergolong parah.

"Kita belum memiliki alat pendeteksi udara atau ISPU. Jadi untuk sementara berdasarkan pantauan kasat mata, kondisinya belum begitu parah," katanya.

Irwanto menyebutkan, berdasarkan informasi yang diterima dari para guru, kabut asap dengan kondisi cukup pekat biasanya terjadi pada waktu subuh hingga sekitar pukul 07.30 WIB.

Ia pun meminta pihak sekolah tetap mengambil langkah antisipasi untuk melindungi siswa dari paparan asap. Sekolah diminta mengurangi aktivitas di luar ruangan dan menyediakan masker bagi siswa jika kondisi udara dinilai tidak memungkinkan.

"Kita juga sudah mewanti-wanti, kalau memang tidak memungkinkan, liburkan saja. Atau setidaknya berikan masker kepada masing-masing siswa agar tidak terpapar asap," ujarnya.

Selain itu, pihak sekolah juga diimbau untuk mengurangi aktivitas siswa di luar ruangan. Khusus bagi siswa yang memiliki riwayat sesak napas atau mengalami gangguan kesehatan serupa, pihak sekolah diminta memberikan kelonggaran untuk tidak mengikuti kegiatan belajar di sekolah.

"Kalau ada siswa yang memiliki riwayat sesak napas atau mengalami penyakit serupa, agar dapat meliburkan diri," katanya.

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kepulauan Meranti berharap kondisi kabut asap yang ditimbulkan oleh karhutla dapat segera membaik dan tidak mengganggu proses belajar mengajar.

Namun, apabila ke depan kondisi udara semakin memburuk hingga mengharuskan penerapan pembelajaran jarak jauh (PJJ), Irwanto berharap para orang tua dapat turut mengawasi aktivitas anak selama berada di rumah.

"Kita berharap kondisi kabut asap akibat karhutla ini segera hilang. Namun apabila kondisi ke depannya makin parah dan diharuskan diterapkan PJJ, saya berharap para orang tua dapat memantau anaknya di rumah, jangan sampai berkeliaran di luar rumah," pungkasnya.
 

Terkini