Metroterkini.com — Di tengah badai efisiensi anggaran dan kondisi fiskal daerah, Pemerintah Kabupaten Rokan Hulu (Rohul), Riau, terus mendorong pembangunan infrastruktur yang dinilai memiliki manfaat langsung bagi masyarakat sekaligus mendukung agenda daerah.
Upaya tersebut terlihat dari sejumlah pekerjaan fisik yang berjalan pada tahun anggaran 2026. Di antaranya proyek rehabilitasi tribun dan Astaka Purna MTQ serta pembangunan sarana olahraga ruang publik di kawasan Dataran Tinggi Pematang Baih, Pasir Pengaraian.
Kedua proyek tersebut tidak hanya diarahkan untuk memperbaiki fasilitas yang telah ada, tetapi juga diproyeksikan menjadi bagian dari persiapan Kabupaten Rohul menjadi tuan rumah pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) tingkat Provinsi Riau pada pertengahan 2027 mendatang.
Langkah pembangunan infrastruktur itu menjadi bagian dari kebijakan Pemkab Rohul di bawah kepemimpinan Bupati Anton dan Wakil Bupati Syafaruddin Poti. Di tengah ruang fiskal yang terbatas, pembangunan tetap diarahkan pada fasilitas yang memiliki fungsi publik dan dapat dimanfaatkan masyarakat dalam jangka panjang.
Salah satu pekerjaan yang sedang dilaksanakan adalah proyek rehabilitasi tribun dan Astaka Purna MTQ. Berdasarkan papan informasi kegiatan, proyek tersebut dengan nilai kontrak Rp911.600.507,00 bersumber dari APBD murni Kabupaten Rokan Hulu Tahun Anggaran 2026.
Pekerjaan dilaksanakan CV Raazy dengan konsultan pengawas CV Busamo Engineering.
Rehabilitasi tribun mencakup sejumlah pekerjaan arsitektur, mulai dari perbaikan dinding, kusen, pintu, jendela, plafon dan lantai, termasuk pekerjaan pengecatan.
Selain itu, terdapat pekerjaan elektrikal berupa instalasi lampu, stop kontak dan kebutuhan kelistrikan lainnya. Pekerjaan juga mencakup sanitasi air, rehabilitasi toilet serta sarana dan prasarana pendukung.
Masih di lokasi yang sama, Pemkab Rohul juga mengembangkan sarana olahraga ruang publik di Dataran Tinggi Pematang Baih.
Proyek itu memiliki nilai kontrak Rp1.160.385.487,00, bersumber dari APBD murni Kabupaten Rokan Hulu Tahun Anggaran 2026. Pelaksanaan pekerjaan dipercayakan kepada CV Jihan Satahi, dengan konsultan pengawas CV Duta Riau Konsultan.
Adapun pekerjaan sarana olahraga tersebut meliputi perbaikan lapangan, termasuk penambahan luasan area lapangan. Pekerjaan juga mencakup perbaikan sistem drainase serta pembangunan jogging track di area luar lapangan.
Kehadiran jogging track mendapat perhatian masyarakat. Bagi warga, pembangunan fasilitas olahraga terbuka bukan sekadar mempercantik kawasan, tetapi juga membuka ruang bagi aktivitas olahraga yang mudah diakses masyarakat dari berbagai kelompok usia.
Adi (42), warga Pasir Pengaraian, mengapresiasi langkah Pemkab Rohul tersebut. Menurutnya, pembangunan fasilitas publik akan memberikan manfaat luas kepada masyarakat.
“Pembangunan seperti ini tentu kami apresiasi. Kalau fasilitas olahraga tersedia dan nyaman, masyarakat juga lebih terdorong untuk berolahraga. Harapannya nanti bisa benar-benar dimanfaatkan masyarakat,” ujar Adi.
Harapan serupa disampaikan Bismar (50), pelaku UMKM yang berdagang di sekitar kawasan Pematang Baih. Bagi Bismar, keberadaan fasilitas publik yang semakin baik berpotensi memberikan dampak positif bukan hanya bagi aktivitas olahraga, tetapi juga bagi pelaku usaha kecil di sekitar lokasi.
“Kalau kawasan ini semakin ramai karena masyarakat datang berolahraga atau melakukan aktivitas lainnya, tentu kami sebagai pedagang ketiban dampak positif dan meningkatnya perputaran nilai ekonomi. ,” katanya.
Sementara itu, Pemkab Rohul memproyeksikan pembangunan tersebut ditargetkan rampung menjelang akhir 2026. Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) Kabupaten Rokan Hulu, Desmadiana, S.Sos., M.M., melalui Kepala Bidang Cipta Karya, Taufik Kurniawan, ST., M.Si., Jum'at (4/9/2026) mengatakan pihaknya berharap seluruh pekerjaan dapat diselesaikan sesuai target.
“Diharapkan target penyelesaian pekerjaan dapat tercapai pada akhir tahun 2026. Tentunya pelaksanaan pekerjaan tetap mengacu pada spesifikasi dan ketentuan yang telah ditetapkan,” ujar Taufik.
Menurutnya, penyelesaian kedua kegiatan tersebut menjadi penting karena fasilitas yang dibangun dan direhabilitasi diharapkan dapat menunjang berbagai aktivitas masyarakat sekaligus mendukung persiapan menghadapi agenda MTQ tingkat Provinsi Riau pada 2027.
Dengan demikian, pembangunan infrastruktur di Rohul tidak hanya berorientasi pada penyelesaian fisik proyek. Lebih jauh, fasilitas tersebut diharapkan memiliki fungsi berkelanjutan setelah agenda besar daerah selesai digelar.
Di tengah tekanan efisiensi dan keterbatasan fiskal daerah, tantangan pemerintah bukan semata membangun, tetapi memastikan setiap rupiah anggaran yang dibelanjakan menghasilkan fasilitas yang berkualitas, bermanfaat dan dapat digunakan masyarakat dalam jangka panjang.[man]