12 Desa di Kepulauan Meranti Akan Gelar Pilkades Serentak, PMD Matangkan Persiapan

Rabu, 13 Mei 2026 | 19:51:39 WIB
Ilustrasi

Metroterkini – Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kepulauan Meranti memastikan pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) tahun 2026 akan digelar di 12 desa yang tersebar di sejumlah kecamatan.

Kepala Dinas PMD Kepulauan Meranti Asrorudin melalui Kabid Pemerintahan Desa Aminnullah mengatakan tahapan awal persiapan rapat koordinasi lintas forkopimda dan selanjutnya pembentukan panitia kabupaten.

“Masih dalam tahap rapat koordinasi lintas Forkopimda. Memang ini merupakan pendelegasian dari Kemendagri, sehingga seluruh tahapan terus kita koordinasikan,” ujarnya, pada Rabu (13/05/2026) diruang kerjanya.

Adapun 12 desa yang dijadwalkan melaksanakan Pilkades yakni Desa Alah Air, Desa Tanjung Medang, Desa Dwi Tunggal, Desa Wonosari, Desa Insit, Desa Tanjung Kulim, Desa Baran Melintang, Desa Pangkalan Balai, Desa Kudap, Desa Mengkopot, Desa Beting dan Desa Bungur.

Aminnullah menjelaskan, saat ini jabatan kepala desa di wilayah yang akan melaksanakan Pilkades tersebut masih dijabat oleh Penjabat (PJ) Kepala Desa.

Sesuai jadwal yang telah ditetapkan, pelaksanaan pemungutan suara Pilkades dijadwalkan berlangsung pada rentang 7 hingga 14 Desember 2026. Sementara pelantikan kepala desa terpilih direncanakan dilaksanakan pada 15 hingga 19 Desember 2026.

“Sejauh ini kita masih fokus pada koordinasi dan persiapan pembentukan tim kabupaten agar seluruh tahapan Pilkades berjalan lancar,” katanya.

Terkait anggaran, Aminnullah menyebutkan bahwa dana persiapan Pilkades di 12 desa tersebut telah dimasukkan ke dalam APBDes masing-masing desa.

Selain itu, pihaknya juga telah melakukan langkah antisipasi terhadap potensi kerawanan yang dapat muncul selama proses Pilkades berlangsung. Identifikasi desa rawan dilakukan guna mencegah terjadinya konflik maupun perpecahan berkepanjangan di tengah masyarakat.

“Kita sudah mewanti-wanti dan mengidentifikasi desa yang dianggap rawan, supaya nantinya pelaksanaan Pilkades tidak menimbulkan perpecahan berkepanjangan,” jelasnya.

Dalam pengamanan dan pengawasan tahapan Pilkades, PMD juga akan melibatkan seluruh stakeholder terkait, termasuk instansi vertikal, aparat penegak hukum, serta elemen masyarakat.

“Kita tetap berkoordinasi dan tidak terlepas dari dukungan TNI-Polri serta seluruh elemen masyarakat agar Pilkades berjalan aman dan kondusif,” tutupnya.

Ia juga berharap seluruh masyarakat dapat menjaga situasi tetap damai serta menjunjung tinggi persatuan selama tahapan Pilkades berlangsung.

“Harapan kita tentu Pilkades ini dapat melahirkan pemimpin desa yang amanah dan mampu membawa kemajuan bagi desa masing-masing. Masyarakat juga diharapkan tetap menjaga kekompakan, jangan sampai berbeda pilihan menimbulkan perpecahan,” pungkasnya.

 

Terkini