BMKG : La Nina Lemah Tingkatkan Potensi Hujan di Indonesia Timur

Rabu, 14 Januari 2026 | 13:59:02 WIB

Metroterkini.com - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis La Nina lemah berpengaruh terhadap peningkatan hujan di wilayah Indonesia.

Dinamika Atmosfer dalam sepekan ke depan, BMKG memprakirakan pengaruh dinamika atmosfer pada skala global, regional, dan lokal masih signifikan terhadap kondisi cuaca di Indonesia.

Pada skala global, El Nino Southern Oscillation (ENSO) terpantau menguat pada fase negatif yang mengindikasikan La Nina lemah.

Kondisi ini berpotensi meningkatkan pasokan uap air yang mendukung pembentukan awan hujan di sebagian wilayah Indonesia.

Selain itu, suhu muka laut yang relatif hangat di sebagian perairan Indonesia turut memperkaya pasokan uap air.

Aktivitas Madden–Julian Oscillation (MJO) secara spasial diprakirakan aktif melintasi Kalimantan Utara, Kalimantan Timur, Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Maluku Utara, Papua Barat Daya, Papua, Papua Selatan. Kondisi ini berpotensi meningkatkan pertumbuhan awan hujan di wilayah-wilayah tersebut.

Selain itu, gelombang ekuator juga terpantau aktif dan dapat memperkuat proses konvektif di sejumlah wilayah. Kombinasi Madden–Julian Oscillation (MJO), Gelombang Kelvin, dan Gelombang Rossby Ekuator teramati aktif di Laut Sulu, Samudera Pasifik utara Halmahera hingga Papua, Papua Selatan, dan Laut Arafuru, sehingga berkontribusi pada peningkatan aktivitas konvektif dan potensi hujan di kawasan tersebut.

Terkini