Takut Meledak, Warga Grobokan Demo Pertamina

Sabtu, 04 November 2017 | 14:34:21 WIB
Warga Grobokan Demo Pipa gas Pertamina

Metroterkini.com - Warga Desa Mlilir, Kecamatan Gubug, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah protes proyek pipa gas ruas Gresik-Semarang yang digarap PT Pertamina Gas (Pertagas) pasalnya karena pipa berdiameter sekitar 70 centimeter itu ditanam di tengah-tengah permukiman desa yang dikhawatirkan mengancam jiwa.

Akibat kekawatiran ini pada Jumat siang (3/11/17) sekira jam 2.00 Wib, sejumlah warga yang mayoritas ibu rumah tangga menggelar aksi unjuk rasa di lokasi proyek di Desa Mlilir.

Dalam aksi unjuk rasa yang dikawal oleh TNI dan aparat kepolisian itu, beberapa ibu rumah tangga tak kuasa menahan air mata. Mereka menangis histeris karena terus dibayangi perasaan takut setelah pipa gas yang ditanam sedalam 3 meter itu beralih ke lingkungan kampung.

Mereka pun memaksa pekerja yang mengoperasikan dua unit alat berat untuk menghentikan aktivitasnya. 

Tanpa ada perlawanan, dua operator itu pun keluar dari ekskavator. Sejumlah pekerja megaproyek itu pun hanya membisu ketika warga datang mempertanyakan legalitas izin.

"Pipa yang ditanam sepanjang 1 kilometer lebih. Ini sudah 80 persen terealisasi. Kami tak habis pikir proyek pemerintah justru membahayakan jiwa kami. Ini seperti bom waktu yang suatu saat meledak," tegas tokoh masyarakat setempat, Mulyono (45).

Menurut Mulyono, dalam sosialisasi awal semula disepakati bahwa pipa gas akan ditanam membujur tak jauh dari perlintasan rel kereta api. Namun entah mengapa, mendadak proyek berpindah lokasi ke permukiman, yakni tepat di sekitar depan rumah warga.

"Ini namanya sembrono. Kami minta izin amdalnya dikaji ulang jika memang sudah ada izin. Karena kami memang buta terkait izin," jelas Mulyono.

Kabid Penaatan dan Peningkatan Kapasitas Lingkungan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Grobogan, Aris Soedarwidodo, mengatakan, proyek pipa gas PT Pertagas merupakan pekerjaan antar-kabupaten, sehingga Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Grobogan tidak berkewenangan mengeluarkan izin.

"Izin di Provinsi Jateng dan pusat. Kami daerah tak mengeluarkan izin," kata Aris, Sabtu (4/11/17).

Sementara hal lain diungkapkan Kepala Desa Mlilir, Sugeng Riyadi menyampaikan, proyek penanaman pipa gas di permukiman Desa Mlilir telah melalui persetujuan warga dan mulai dikerjakan pada awal 2017. Dengan kata lain, Pihak PT Pertagas telah melaksanakan beberapa kali sosialisasi kepada warga.

"Lahan desa dikontrak selama 25 tahun Rp 739 juta lebih. Uang itu akan digunakan untuk pembangunan infrastruktur seperti betonisasi jalan dan perbaikan tanggul. Warga yang lahannya dilalui proyek juga ada kompensasi Rp 15.000 per meter per tahun," kata Sugeng.

"Jadi mayoritas warga setuju dan hanya beberapa yang ngeyel karena minta ganti untung yang banyak. Ada izinnya kok, lengkap. Jadi proyek tetap berlangsung. Untuk yang melalui permukiman sepanjang 1 kilometer lebih," pungkas Sugeng.

Sementara warga kawatir di depan rumahnya ditanam pipa gas berukuran besar membahayakan nyawa warga, mereka minta proyek dihentikan dan dijauhkan dari warga.

"Kami hanya orang kecil yang jadi korban orang yang lebih berkuasa. Tolong Pak Presiden Jokowi bantu kami," tutur warga Desa Mlilir, Masturoh (42).**

Terkini