Metroterkini.com - Perhelatan nasional HMI yang akan digelar 22-26 November 2015 (besok, red) menjadi perbincangan hangat. Persoalan utama soal penggunaan anggaran dari APBD Riau sebesar Rp 3 Miliar serta bantuan lainya dari pemerintah seperti Pekanbaru.
Hal itu dinilai tidak seperti kenyataan yang selama ini selalu digaungkan oleh para aktivis HMI saat melakukan demo. HMI selama ini dinilai selalu membela kepentingan masyarakat, namun saat ini justru hajatan HMI melalui mengguras APBD Riau ditengah masyarakat Riau yang tengah memerlukan dana untuk pembangunan.
Menurut Panitia Lokal Kongres HMI, Ahmad mengatakan ada tiga posko alokasi yang besar pendanaannya dalam kongres HMI nantinya, yakni di bidang konsumsi, transportasi dan akomodasi.
"Untuk konsumsi saja selama 7 hari mencapai Rp 969 juta untuk 2.000 peserta," katanya.
Diakuinya, Pemko Pekanbaru juga telah membantu sebesar Rp292,5 juta. Jumlah tersebut diakuinya masih kurang kekurangan Rp676,5 juta lagi.
Tidak hanya itu, untuk menutupi konsumsi yang diluar undangan, biasanya para alumni akan membantu untuk keperluan konsumsi yang belum terpenuhi.
"Kita undangkan 2.000 orang, para alumni nanti juga akan membantu. Tapi para kader lain yang datangkan bawa uang masing-masing," katanya lagi.
Untuk akomodasi, panaitia akan menyewa enam penginapan maupun hotel di Pekanbaru untuk para kader yang datang. Keenam tempat itu adalah Rusunawa belakang DPRD Riau, hotel Mayang Garden, Wisma Tirta Kencana, Hotel Green, Hotel Alpha dan Hotel Drego.
"Untuk akomodasi saja mencapai Rp 1,2 miliar," lanjutnya.
Sementara itu untuk di bidang transportasi, pihaknya memang sudah berkordinasi dengan pihak terkait. Dan untuk penyewaan bus saja, HMI mengeluarkan biaya mencapai Rp 983,5 juta. Bukan hanya itu, beberapa tiket pesawat juga ditanggung HMI untuk agenda tersebut.
"Kita gunakan bus dari hotel ke forum sidang. Bus yang digunakan 40-50 bus. Selain itu, kita juga telah menyiapkan beberapa tiket pesawat," jelasnya.
Meskipun demikian, katanya, Pemko Pekanbaru sendiri juga turut membantu bus TMP 6 buah, bus walikota 2 buah dan avanza 2 buah.
"Kita bersyukur meski masih ada kekurangan, Pemko masih mau membantu kita," ulasnya. [**hr]