Metroterkini.com – Sejumlah rentetan kejadian yang kerap terjadi di areal Bandara Internasional Lombok (BIL) NTB, seakan tidak pernah berujung terakhir aksi premanisme terhadap pekerja, oleh sekelompok orang yang mengakibatkan merugi, membuat Komandan Korem 162 / WB Lalu Rudy Ircham Srigede prihatin . Ia mengaku Bandara adalah salah satu obyek vital yang harus mendapat mengawasan dan pengaman ketat dari sejumlah aparat penegak hukum. Pihaknya menilai TNI juga berkewajiban turut serta melakukan pengamanan. “ Anggota kami akan terjun amankan Bandara, dara aksi premanisme,”katanya.
Dijelaskan Rudy, Bandara Internasional Lombok selain menjadi pintu masuk para wisatawan mancanegara maupun lokal yang akan berkunjung ke NTB, juga menjadi penopang ekonomi warga, baik warga sekitar maupun di luar wilayah lingkar bandara. Sebab berapa tenaga kerja yang terlibat di BIL mencari rejeki. Selain itu PAD (Pendapatan Asli Daerah) NTB pasti meningkat di seluruh daerah, contohnya hotel dan restaurant saat ini banyak di bangun di NTB yang akan di sediakan untuk para tamu yang berkunjung menikmati pulau Lombok maupun untuk kebutuhan lainnya seperti bisnis.
Diakuinya, General Manger (GM) Angkasa Pura I, Pujiono, saat bertemu belum lama ini sudah menjelaskan tentang adanya aksi premanisme yang terjadi, pihaknya lansung merespon dan bersedia menambah anggota di areal BIL untuk membantu pengamanan. “Kami akan perintahkan Kodim 1620 / Loteng untuk Patroli di areal BIL,”tegasnya.
Ia menyarankan, agar penanganan pengamanan di areal BIL harus di lakukan dengan sistem pendekatan persuasif , apabila sitem dan cara ini juga tidak ampuh dan masih ada gangguan pihaknya akan bertindak tegas. “Kami akan turun untuk melakukan pendekatan sekaligus koordinasi dengan warga lingkar BIL “sebutnya.