Video Syur Diduga Diperankan Oknum Anggota DPRD Bikin Geger

Video Syur Diduga Diperankan Oknum Anggota DPRD Bikin Geger

Metroterkini.com - Video syur yang diduga diperankan oknum anggota DPRD Musi Banyuasin (Muba), Sumatera Selatan, berinisial DHL bikin geger dan tersebar media sosial. Polres Muba dan DPRD Muba masih mengecek kebenaran dan keterlibatan anggota DPRD Muba yang disebut-sebut pemeran dalam video tersebut.

Dilansir dari detik, Rabu (18/1/2023), video berdurasi 31 detik itu terlihat sorang wanita merekam dirinya sendiri menggunakan kamera HP. Video itu bertuliskan 'MUBA HOT !!!'.

Dalam video itu terlihat seorang wanita memakai bra berwarna hitam dan kemudian menunjukkan bagian payudaranya.

Dalam isu yang beredar, wanita di dalam video itu disebut-sebut merupakan seorang anggota DPRD Muba yang terpilih secara PAW, berinisial DHL.

Terkait isu miring tersebut, Ketua DPRD Muba Sugondo membenarkan ada anggota dewan berinisial DHL yang terpilih melalui proses PAW.

"Iya benar (DHL) itu anggota kita," kata Sugondo, Rabu (18/1/2022).

Ketika dimintai penjelasan terkait video tersebut, Sugondo enggan berkomentar. Dia mengatakan hingga saat ini dia sekali tidak mengetahui kabar video viral tersebut. "Nah kalau itu saya tidak tahu ya, saya tidak berani berkomentar," katanya.

Sugondo juga mengaku hingga saat ini belum melihat video tersebut, termasuk wanita di dalam video itu memang benar DHL atau bukan. "Serius saya benar-benar tidak tahu, saya belum lihat videonya seperti apa jadi saya belum bisa kasih keterangan ya," jelasnya.

Sementara itu, Kapolres Muba AKBP Siswandi mengatakan hingga saat ini pihaknya belum bisa memastikan kebenaran video tersebut. Polisi hingga kini masih melakukan penyelidikan.

"Belum bisa dipastikan kan ya kebenarannya, masih diselidiki," kata Siswandi dikonfirmasi secara terpisah.

Siswandi berharap agar masyarakat tidak menyebar luaskan video itu. Karena sudah memasuki tahun politik, dia berharap masyarakat tidak mudah mengambil kesimpulan jika belum ada kejelasan.

"Jangan cepat ambil kesimpulan kan itu belum ada kejelasannya. Kalaupun memang benar itu juga kan masuknya ke ranah privasi. Di tahun politik ini kita harus benar-benar menyaring informasi dan jangan langsung ditelan mentah-mentah," jelasnya. [**]

Berita Lainnya

Index