Pemprov Riau Siapkan Dana Tak Terduga untuk Harhutla

Pemprov Riau Siapkan Dana Tak Terduga untuk Harhutla

Metroterkini.com - Pemerintah Provinsi Riau menyiapkan dana tak terduga sebesar Rp10 miliar, untuk penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Riau.

Demikian disampaikan Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Riau, Ahmad Hijazi, Rabu (31/7/2019) di Pekanbaru. Dana yang dialokasikan di APBD Riau 2019 ini dianggarkan untuk keperluan darurat.

"Kalau khusus untuk Karhutla memang tidak ada dianggarkan, karena untuk Karhutla sudah ada mekanisme anggaran sendiri di BPBD. Tapi jika terjadi kalau kondisi Karhutla semakin buruk, dana itu bisa digunakan," katanya.

Ahmad Hijazi mengaku, sampai saat ini belum ada pengajuan dana tak terduga dari pihak manapun yang terlibat dalam penanganan Karhutla di Riau. Tapi jika nanti ada pengajuan karena kondisi Karhutla sudah darurat, dana tersebut bisa langsung digunakan Satgas Karhutla Riau.

"Kalau kondisinya darurat dan memang memerlukan dana, maka dana tak terduga tersebut bisa digunakan. Tapi tentunya juga harus sepengetahuan dari DPRD Riau sebagai mitra kerja Pemerintah Provinsi Riau," sebutnya.

Apalagi, sebut dia, saat ini Provinsi Riau juga sudah menetapkan status siaga darurat Karhutla sejak Februari lalu. Dengan status tersebut, Pemerintah Pusat melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bisa memberikan bantuan seperti peralatan dan personel.

"Riau kan sudah menetapkan status siaga, bantuan dari pemerintah pusat kan juga sudah ada. Seperti bantuan peralatan pemadam dan juga personel," ujarnya.

Diberitakan sebelumnya, BNPB telah memberikan bantuan berupa 7 helikopter untuk penanganan Karhutla Riau tahun 2019.

Selain itu, ada jugu bantuan 1 helikopter BKO TNI AU, 1 helikopter KLHK dan 2 pesawat bantuan BPPT untuk teknologi modifikasi cuaca. Kemudian ditambah 8 helikopter swasta.

Tak hanya itu, personel yang terlibat dalam Satgas Darat Karhutla Riau, BNPB juga telah menurunkan 1.512 personel gabungan TNI-Polri, BPBD, Manggala Agni dan masyarakat. Dimana masing-masing personel mendapat gaji Rp145 ribu perorang selama operasi berlangsung.[***]

Berita Lainnya

Index