Metroterkini.com - Sejumlah masyarakat ditiga Gampong (Desa) wilayah kecamatan Madat Aceh Timur, Jum'at (30/3/2019) memblokir jalan dan jembatan menuju kesejumlah desa di wilayah Aceh Utara dan kecamatan Madat.
Imbas dari pemblokiran jalan tersebut, membuat warga Meunasah Asan, Meunasah Tingkuem dan Pante Bayam Kecamatan Madat Kabupaten Aceh Timur mengeluh, akibat pemblokiran jalan tersebut aktivitas anak sekolah dan masyarakat perbatasan terganggu.
Keuchik Gampong Seuneubok Pidie Kecamatan Tanah Jambo Aye, Saimun kepada wartawan mengatakan, pihaknya meminta kepada Keuchik Gampong Meunasah Tingkeum, Meunasah Asan dan Pante Bayam Kec, Madat Aceh Timur, agar jalan rusak di Gampong Seuneubok Pidie bisa dibantu rehap oleh ketiga Keuchik gampong wilayah Madat tersebut.
"Jalan dan jembatan alternatif gampong kami adalah penghubung ke gampong Meunasah Tingkeum, Meunasah Asan, Pante Bayam. Jalan ini kami buat dengan ADD. sekarang sudah rusak dan saluran drainase (Lening) pun ikut ambruk, jalan itu kami tutup sebagiannya, bukan kami diblokir, tujuannya biar ada perhatian dari keuchik gampong seberang,"ujar Saimun.
"Hanya tujuh KK saja warga kami yang berdomisili dijalan ini, selebihnya jalan itu sangat dibutuhkan oleh warga seberang," ujar Saimun, menjelaskan.
"Kami tidak bermaksud memblokir jalan ini, namun, tiba-tiba tokoh masyarakat seberang yang memblokir habis jembatan penghubung tersebut dengan cara menimbun tanah ditengah jembatan, kami tetap membuka jalan itu seluas 2.10 meter agar bisa dilewati mobil pic-up," ujarnya.
Sementara Razali Yusuf tokoh (52) tokoh mayarakat gampong Meunasah Asan, mengatakan, kejadia ini seperti ini harus menjadi tanggung jawab ketiga keuchik Gampong wilayah Madat Aceh Timur, yakni Meunasah Tingkeum, Meunasah Asan, Pant Bayam, karna menurutnya,
"Yang mengangkut material untuk pembuatan proyek ADD gampong Meunasah Asan, Meunasah Tingkeum itu tokoh setempat, seharusnya jalan rusak mau diperbaiki, tiga bulan lalu sudah pernah saya sampaikan terkait kerusakan jalan tersebut krpada Sekcam Madat, tapi kenyataannya, tidak diperbaiki hingga hari ini,"kata Razali
"kami sangat menyesalkan atas sikap Keuchik yang tidak punya etika, dalam menyelasaikan masalah, bahkan Keuchik Gampong Meunasah Asan ikut memperkeruh suasana, ia mengkabari wartawan, bahwa jalan itu sudah diblokir, itu sama saja membuka aibnya sendiri," Tegas Razali Yusuf
Informasi yang peroleh Samsol. dari warga sekitar setempat. jalan dan jembatan tersebut diblokir diduga kuat dilakukan sejumlah yang tak bertannggung jawab, pihak keuchik gampong tersebut mengangkut material untuk pembangunan proyek ADD, hingga membuat kerusakan jalan dan lening kian parah.
"Kami telah meminta mereka merehab jalan yang rusak akibat dilintasi Dantruk yang membawa material," ujar seorang warga yang melintasi jalan tersebut saat ditemui dilokasi.
"Keuchik ketiga Gampong ini sepertinya gak punya etika, kenapa hal seperti dibiarkan. Ini kepetingan masyarakat banyak, bila pemblokiran jalan ini terus dilakukan maka akan merugikan semua pihak, harusnya mereka mencari solusi, bagaimana baiknya agar jalan tersebut normal kembali, bukan menanggabagian akan bertambah lagi masalahnya," ujar seorang pengguna jalan yang enggan dituliskan namanya. [Sul]