BEM se-Rohul Tolak Kebijakan Pemerintahan Jokowi-JK

Jumat, 13 Januari 2017 - 00:00:07 WIB
Share Tweet Instagram

Metroterkini.com - Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) se-Rohul menggelar aksi unjuk rasa mengkritisi kebijakan Pemerintahan Presiden Jokowi-JK yang tak pro Rakyat.

Aksi unjuk rasa yang menamakan diri sebagai aksi bela rakyat yang digelar dari Taman Kota Pasir Pengaraian kemudian long march menuju kantor DPRD Rohul yang berada di jalan Panglima Sulung desa Koto Tinggi kecamatan Rambah, Kamis [12/1/17] mendapat pengawalan dari puluhan personil kepolisian Polres Rohul.

Dalam aksi itu, para mahasiwa membentangkan spanduk berisikan tuntutan  “Aliansi Mahasiswa Rohul Aksi Bela Rakyat 121”. Aksi bela rakyat itu merupakan gabungan dari Mahasiswa Universitas Pasir Pengaraian (UPP) dan Mahasiswa STKIP Rokania.

Dalam orasinya, pengujuk rasa menuding sejumlah kebijakan yang dikeluarkan oleh Presiden Jokowi - JK pada awal tahun 2017 tidak pro terhadap rakyat dengan menaikan sejumlah harga kebutuhan barang dan jasa.

"Katanya presiden pro rakyat, tapi kebijakan yang dikeluarkannya justru menyengsarakan rakyat," teriak Korlap Aksi, Wikky Yuliandra dalam orasinya.

Ada tujuh tuntutan yang disuarakan para pengujuk rasa hari ini, diantaranya yakni, Mendukung Langkah BEM Se-indonesia dalam aksi bela Rakyat 12 Januari 2017, kemudian, menolak segala Keputusan dan Peraturan Pemerintah yang tidak pro rakyat.

Selanjutnya menolak dan menuntut presiden segera mencabut PP No.60 Tahun 2016, mendesak Pemerintah untuk segera menstabilkan keadaan perekonomian negara dalam segala lini, serta mengembalikan pendidikan ke Amanat UUD 1945 pasal 31, meminta kepada pemerintah untuk berhenti mengelola negara secara serampangan dan tidak solutif dan Pemerintah bertanggungjawab atas kekacauan yang terjadi di Negara ini dan hentikan saling lempar tanggungjawab atas instansi negara.

Aksi mahasiswa ini diterima langsung oleh ketua DPRD Rohul, Kelmi Amri, SH didampingi Sekwan DPRD Rohul, Drs. H. Sariaman, M.Si.

Ketua DPRD Rohul Kelmi Amri juga menerima seluruh tuntutan Mahasiswa dan akan menjembatani tuntutan mahasiswa dengan mengirimkannya kepada Presiden RI melalui mekanisme yang ada  dimana surat yang langsung ditandatanganinya akan dikirimkan melalui alamat fax Istana Negara.

Setelah tuntutan diterima oleh ketua DPRD Rohul, akhirnya mahasiswa membubarkan diri dengan aman dan tertib.[man]


TULIS KOMENTAR

BERITA TERKAIT