Metroterkini.com - Pemerintah Kabupaten Siak meningkatkan kompetensi Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM) melalui pelatihan dan uji kompetensi guna mencetak pekerja pelabuhan yang profesional, bersertifikasi dan mengutamakan keselamatan kerja di kawasan industri dan Pelabuhan Tanjung Buton, Sungai Apit, Kabupaten Siak.
Komitmen itu disampaikan Wakil Bupati Siak Syamsurizal saat membuka Pelatihan dan Uji Kompetensi TKBM yang diikuti 40 peserta di Hotel Winaria, Siak Sri Indrapura, Rabu (15/6/26).
Menurut Syamsurizal, peningkatan kompetensi menjadi kebutuhan mendesak seiring berkembangnya aktivitas industri dan logistik di Kabupaten Siak. Karena itu, setiap tenaga kerja bongkar muat harus memiliki kemampuan yang sesuai standar operasional serta dibuktikan melalui sertifikasi kompetensi.
"Seluruh tenaga kerja bongkar muat harus bekerja sesuai standar operasional prosedur (SOP). Melalui pelatihan dan uji kompetensi ini, mereka memiliki keterampilan yang terstandar dan diakui secara resmi," kata Syamsurizal, Kamis (16/7/2026).
Pelatihan menghadirkan narasumber dari Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kementerian Perhubungan dan dihadiri perwakilan Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Tanjung Buton, Dinas Koperasi dan UMKM, Dinas Tenaga Kerja, serta pengurus Koperasi TKBM.
Syamsurizal mengapresiasi Koperasi TKBM yang untuk pertama kalinya menyelenggarakan pelatihan dan uji kompetensi di Kabupaten Siak. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi langkah penting untuk meningkatkan kualitas tenaga kerja lokal sekaligus memperkuat budaya keselamatan kerja di lingkungan pelabuhan.
Syamsurizal, minta program serupa dapat dilaksanakan secara berkelanjutan agar semakin banyak tenaga kerja lokal memperoleh sertifikat kompetensi sehingga memiliki daya saing lebih tinggi di sektor logistik dan kepelabuhanan.
Selain itu, Syamsurizal mendorong KSOP bersama instansi terkait memperluas akses pelatihan bagi masyarakat di sekitar kawasan industri Tanjung Buton, Mengkapan, Sungai Apit, Tanjung Pal, Lalang, dan wilayah lainnya.
"Semakin banyak masyarakat yang memiliki kompetensi dan sertifikat, semakin besar peluang mereka bekerja di sektor kepelabuhanan dan logistik yang terus berkembang di Kabupaten Siak," ujarnya.
Pemerintah Kabupaten Siak juga mengusulkan kerja sama dengan Kementerian Perhubungan melalui BPSDM untuk menghadirkan balai pelatihan kepelabuhanan di daerah. Fasilitas tersebut diharapkan memudahkan masyarakat memperoleh pendidikan, pelatihan, dan sertifikasi tanpa harus mengikuti program di luar daerah.
Hamdan, salah seorang peserta mengaku pelatihan tersebut memberikan pemahaman baru mengenai prosedur keselamatan kerja yang selama ini belum pernah diterimanya.
"Pelatihan ini menambah pengetahuan kami tentang cara bekerja yang lebih aman. Harapannya, keselamatan kerja para pekerja pelabuhan semakin baik," katanya.
Melalui pelatihan dan sertifikasi ini, Pemerintah Kabupaten Siak menargetkan lahirnya tenaga kerja bongkar muat yang kompeten, profesional, dan siap mendukung pertumbuhan sektor kepelabuhanan serta industri di kawasan Tanjung Buton. [Ibrahim]