Metroterkini – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Kepulauan Meranti memastikan proses pelaksanaan kegiatan pembangunan tahun anggaran 2026 masih berjalan sesuai tahapan. Saat ini, fokus utama masih pada penyempurnaan dokumen perencanaan sebelum memasuki tahapan berikutnya.
Meski sebagian besar paket masih dalam tahap penyempurnaan dokumen perencanaan, sejumlah paket tender ditargetkan segera diajukan ke Bagian Pengadaan Barang dan Jasa (BPBJ). Kendati begitu, kegiatan melalui mekanisme Pengadaan Langsung (PL) telah mulai berjalan.
Kepala Dinas PUPR Kabupaten Kepulauan Meranti melalui Sekretaris PUPR, Mariman mengatakan saat ini seluruh bidang tengah mematangkan dokumen administrasi agar proses pengadaan dapat berjalan sesuai ketentuan.
"Saat ini kita masih tahap perencanaan dan mematangkan seluruh dokumen. Insyaallah dalam waktu dekat kita akan masuk ke tahapan selanjutnya," ujar Mariman, Kamis (16/07/2026).
Ia mengakui, hingga pertengahan Juli 2026, paket pekerjaan yang menggunakan mekanisme tender memang masih dalam proses persiapan. Namun, pihaknya optimistis seluruh dokumen dapat segera dirampungkan sehingga paket-paket tersebut bisa segera ditayangkan melalui BPBJ.
"Untuk kegiatan tender memang masih berproses. Insyaallah dalam waktu dekat akan kita gesa agar segera tayang. Sementara kegiatan Pengadaan Langsung sudah mulai berjalan," katanya.
Sementara itu, Kepala Bidang Sumber Daya Air (SDA) Hendri Zulyadi menjelaskan, tahun ini terdapat satu paket tender di bidangnya, yakni pekerjaan pembangunan drainase. Paket tersebut ditargetkan sudah dapat diserahkan ke BPBJ dalam pekan ini setelah seluruh dokumen persyaratan dilengkapi.
Selain itu, Bidang SDA juga telah melaksanakan lima kegiatan melalui mekanisme Pengadaan Langsung. Kegiatan tersebut meliputi pembangunan tanggul, pekerjaan galian, hingga normalisasi tali air, yang sebagian di antaranya bahkan telah memasuki tahap kontrak.
Sedangkan Di Bidang Bina Marga, sejumlah pekerjaan melalui Pengadaan Langsung juga telah selesai berproses, di antaranya pembangunan duiker di Simpang Puskesmas Alah Air dan duiker di Jalan Lingkar Dorak.
Dikatakan Kabid Bina Marga Sugeng Widodo, untuk paket tender untuk Bidang Bina Marga tahun ini menangani empat kegiatan yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) serta Dana Bagi Hasil (DBH) Sawit.
lanjut dijelaskan Mariman, adapun dua bidang lainnya di lingkungan Dinas PUPR Kepulauan Meranti, yakni Tata Ruang dan Cipta Karya, pada tahun anggaran 2026 tidak memiliki paket pekerjaan yang dilaksanakan melalui mekanisme tender melain melalui mekanisme E-PL.
Meski proses pengadaan masih berlangsung, PUPR Meranti optimistis seluruh pekerjaan fisik tetap dapat diselesaikan tepat waktu. Mariman menyebut rata-rata waktu pelaksanaan proyek diperkirakan sekitar empat bulan, sehingga jadwal yang ada masih dinilai cukup untuk mengejar target penyelesaian.
"Proses di BPBJ diperkirakan sekitar satu bulan. Target kita, seluruh dokumen sudah masuk paling lambat akhir Juli. Dengan waktu pelaksanaan pekerjaan sekitar empat bulan, Insyaallah seluruh proyek masih dapat diselesaikan sesuai target hingga akhir tahun anggaran," pungkasnya.