Metroterkini.com — Pemerintah Kabupaten Rokan Hulu mulai mendorong percepatan transisi energi ramah lingkungan melalui dukungan terhadap pengembangan kendaraan listrik. Langkah itu ditandai dengan rencana pembangunan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) dan Battery Swapping Station (BSS) oleh PT Wong Global di daerah tersebut.
Pemaparan program nasional percepatan penggunaan kendaraan bermotor listrik berbasis baterai itu berlangsung di Aula Rapat Rumah Dinas Bupati Rokan Hulu, Kompleks Pemerintah Daerah Pasir Pengaraian, Senin, (22/6/2026).
Bupati Rokan Hulu Anton didampingi Sekretaris Daerah Yusmar, sejumlah kepala organisasi perangkat daerah, serta Direktur Perusahaan Umum Daerah Rokan Hulu menerima langsung presentasi yang disampaikan manajemen PT Wong Global.
Rencana investasi perusahaan tersebut mencakup pembangunan SPKLU dan BSS sebagai infrastruktur pendukung kendaraan listrik. Kehadiran fasilitas itu dinilai menjadi bagian penting dalam mempercepat penggunaan kendaraan rendah emisi di daerah.
Bupati Anton mengatakan pembangunan infrastruktur kendaraan listrik menjadi indikator kemajuan daerah sekaligus mendukung program nasional pengurangan emisi karbon. Menurutnya, tren penggunaan kendaraan listrik mulai terlihat di kalangan masyarakat Rokan Hulu.
“Pembangunan SPKLU dan BSS ini adalah wujud kemajuan daerah. Terlebih saat ini, tren penggunaan kendaraan listrik sudah mulai marak dan diminati oleh masyarakat kita di Rokan Hulu. Pemkab tentu sangat mendukung program nasional yang berwawasan lingkungan ini,” kata Anton.
Pengembangan infrastruktur kendaraan listrik dinilai memiliki peran strategis dalam mendukung transisi energi di daerah. Ketersediaan SPKLU dan stasiun penukaran baterai menjadi faktor utama yang menentukan tingkat adopsi kendaraan listrik oleh masyarakat.
Selama ini, keterbatasan fasilitas pengisian daya masih menjadi tantangan bagi penggunaan kendaraan listrik di wilayah luar kota besar. Karena itu, rencana pembangunan SPKLU di Rokan Hulu dipandang sebagai langkah awal untuk memperluas ekosistem kendaraan listrik hingga ke daerah.
Pemerintah Kabupaten Rokan Hulu bersama pihak terkait selanjutnya akan melakukan kajian mengenai lokasi pembangunan fasilitas tersebut. Penentuan titik pembangunan akan mempertimbangkan akses masyarakat dan tingkat kebutuhan pengguna.
Anton menegaskan lokasi SPKLU dan BSS harus berada di kawasan strategis agar mudah dijangkau masyarakat. Selain itu, faktor keamanan dan kenyamanan pengguna juga menjadi pertimbangan utama.
“Kami ingin fasilitas ini benar-benar dapat dimanfaatkan masyarakat. Karena itu lokasi yang dipilih harus mudah diakses dan berada di titik yang strategis,” ujarnya.
Selain pembangunan infrastruktur, pemerintah daerah juga menilai edukasi publik menjadi bagian penting dalam memperkenalkan teknologi kendaraan listrik. Rendahnya pemahaman masyarakat terhadap kendaraan listrik dinilai masih menjadi tantangan di sejumlah daerah.
Untuk mempercepat sosialisasi, Anton mengusulkan agar PT Wong Global menghadirkan kendaraan listrik sebagai sarana promosi langsung kepada masyarakat.
Ia berharap perusahaan dapat menempatkan sedikitnya dua unit mobil listrik di kawasan Pasar Modern Pasir Pengaraian. Menurut dia, kehadiran kendaraan tersebut akan memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk melihat langsung teknologi yang selama ini lebih banyak dikenal di kota-kota besar.
“Sebagai langkah promosi awal agar masyarakat lebih familier, kami berharap PT Wong Global kiranya dapat menempatkan minimal dua unit mobil listrik di Pasar Modern Pasir Pengaraian. Ini penting agar masyarakat tahu dan melihat langsung bahwa teknologi kendaraan listrik kini sudah resmi hadir di Rokan Hulu,” kata Anton.
Sinergi antara pemerintah daerah, Perumda, dan sektor swasta dinilai menjadi modal penting dalam mendorong transformasi energi di Rokan Hulu. Kehadiran infrastruktur kendaraan listrik tidak hanya mendukung mobilitas rendah emisi, tetapi juga membuka peluang investasi dan pengembangan ekonomi hijau di daerah.
Dengan dimulainya rencana pembangunan SPKLU dan BSS, Rokan Hulu berupaya mengambil bagian dalam agenda transisi energi nasional. Langkah tersebut sekaligus menandai upaya daerah dalam menyiapkan sistem transportasi yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan.[man]