Metroterkini – Pasca terjadinya amblas jalan di simpang Puskesmas Alahair, Kecamatan Tebingtinggi, pada pertengahan Desember 2025 lalu, Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) mulai melakukan pembangunan duiker (gorong-gorong) di lokasi tersebut.
Kepala Dinas PUPR Kepulauan Meranti, Rahmat Kurnia ST, melalui Kepala Bidang Bina Marga, Sugeng Widodo ST, menyampaikan bahwa pekerjaan pembangunan duiker di simpang Puskesmas Alahair telah berjalan selama enam hari. Hal tersebut disampaikannya pada Kamis (05/02/2026) di ruang kerjanya.
Pembangunan duiker tersebut memiliki pagu anggaran sebesar Rp233 juta, dengan panjang bangunan 18 meter dan lebar 1,75 meter. Masa pengerjaan ditetapkan selama 60 hari kerja. Duiker ini dirancang sesuai standar jalan kabupaten dengan estimasi daya dukung beban kendaraan hingga 8 ton.
“Saat ini tahapan pembongkaran sudah selesai dan pemasangan cerocok juga telah dilakukan. Pekerjaan yang sedang berjalan adalah pemasangan bekisting atau cetakan serta perakitan besi,” jelasnya.
Selain itu, material bangunan seperti pasir, batu, dan material pendukung lainnya juga sudah mulai didatangkan ke lokasi pekerjaan. Hingga saat ini, progres pembangunan dinilai berjalan aman dan sesuai dengan perencanaan.
“Kita terus mengupayakan agar pekerjaan dapat diselesaikan secepat mungkin dan tepat waktu, tanpa mengurangi kualitas konstruksi,” tambahnya.
Sementara itu, pembangunan duiker lainnya juga dilaksanakan di kawasan Lingkar Dorak. Pekerjaan di lokasi ini memiliki spesifikasi yang berbeda, dengan pagu anggaran sekitar Rp110 juta.
Duiker di Lingkar Dorak direncanakan memiliki panjang 9 meter dan lebar 1,5 meter, dengan masa pengerjaan selama 45 hari kerja. Hingga saat ini, pembangunan di lokasi tersebut telah memasuki hari keempat pengerjaan.
Melalui pembangunan duiker ini, diharapkan dapat mengatasi permasalahan drainase, memperkuat struktur jalan, serta mencegah kembali terjadinya amblas jalan yang menjadi urat nadi masyarakat.