Metroterkini.com – APBD Kota Pekanbaru tahun 2026 sampai saat ini belum bisa disahkan, untuk itu anggota Komisi II DPRD Kota Pekanbaru, Fathullah, berdampak pada daya beli masyarakat. Akibatnya aktivitas dan jual beli kini dirasakan langsung oleh pedagang dan berdampak pada perlambatan perekonomian.
“Kita harus memaklumi kondisi Pekanbaru saat ini. Daya beli masyarakat sangat menurun, pedagang juga merasakan dampaknya. Aktivitas jual beli benar-benar lesu,” ujar Fathullah, kemarin.
Tambah politisi Partai Demokrat ini, salah satu faktor utama penyebab melemahnya daya beli adalah belum disahkannya Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Pekanbaru Tahun 2026. Kondisi ini membuat perputaran uang di daerah belum berjalan secara optimal.
“Selama APBD belum disahkan, otomatis peredaran uang tidak berjalan. Akibatnya, aktivitas ekonomi pedagang ikut terhenti,” jelasnya.
Sebagian besar perputaran ekonomi di Pekanbaru, sangat bergantung pada belanja pegawai, khususnya aparatur sipil negara (ASN). Ia menyebut, sekitar 40 hingga 50 persen peredaran uang di sektor perdagangan bersumber dari konsumsi ASN. **