Masyarakat Kesulitan BBM, Bupati Bengkalis Perlu Evaluasi Kadisperindag

Kamis, 01 Januari 2026 | 13:58:06 WIB

Metroterkini.com - Kendati suplai BBM subsidi lancar masuk ke Pulau Bengkalis, belum membuat masyarakat lega. Pasalnya, masyarakat masih antre berjam-jam untuk memperoleh BBM. Bahkan, pengelola Agen Premium Minyak Solar (APMS) hanya buka beberapa jam, setelah itu tutup karena BBM subsidi sudah habis demikian juga dengan pengencer dipinggir jalan.

Kondisi ini tak luput dari perhatian Wan Junizal, S.IP., seorang pengamat sosial di Pulau Bengkalis yang sering menyuarakan kebutuhan masyarakat akan BBM subsidi.

Seperti hari ini, Wan Junizal kembali melihat antrean konsumen BBM subsidi. Untuk itu, ia mempertanyakan kinerja Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Bengkalis.

Padahal, ungkapnya, seminggu belakangan suplai BBM subsidi mulai normal dan lancar, karena jumlah Roro di lintasan Bengkalis-Pakning sudah memadai.

Untuk itu, dia mendesak Bupati Bengkalis mengevaluasi Kadisperindag karena diduga kurang memperhatikan kebutuhan BBM masyarakat.

"Saya mendesak bupati agar mengevaluasi Kadisperindag karena kurang perhatian dengan kelangkaan BBM," ujarnya kepada media ini, Rabu sore.

Selain itu, ia mendesak aparat kepolisian untuk menginvestigasi pedagang besar BBM subsidi yang membeli BBM subsidi di sejumlah APMS di Pulau Bengkalis, karena diduga ada yang menjual BBM tersebut ke Meranti dan ke perusahaan tambak udang.

Sebelumnya, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bengkalis juga meminta kepolisian menyelidiki dugaan penyeludupan BBM subsidi kuota Bengkalis ke Kabupaten Kepulauan Meranti, Kamis (17/12/2025).  

Hal ini dikatakan Windra Wardana ketika diminta komentarnya terkait dugaan penyelundupan BBM subsidi kuota Bengkalis melalui pelabuhan Sungai Dua, Desa Kelemantan.

"Kita meminta pihak Polres dan aparat terkait untuk menyelidiki. Jangan sampai BBM subsidi kuota Bengkalis dijual ke Meranti," kata Windra Wardana, Kamis n(17/12/2025) siang.

Dari investigasi yang dilakukan media ini pada Sabtu (13/12/2025) siang, minggu lalu, terlihat puluhan galon ukuran 30 liter diduga berisi BBM subsidi kuota Pulau Bengkalis dikeluarkan dari sebuah gudang di depan pelabuhan Sungai Dua, kemudian  dinaikkan ke kapal pompong tujuan Pulau Padang, Kabupaten Kepulauan Meranti.

Ketika diabadikan, kapten kapal buru-buru lepas tali dan meninggalkan pelabuhan untuk mengindari jepretan wartawan.

Beberapa warga yang ada di pelabuhan terlihat curiga dengan kehadiran awak media. Ketika ditanya terkait bongkar muat BBM subsidi tujuan Pulau Padang di pelabuhan tersebut, mereka hanya diam dengan raut wajah curiga.

Sementara Bhabinkamtibmas Desa Kelemantan Nandra ketika dikonfirmasi yang tengah berada di Pekanbaru, mengaku tidak tahu ada aktivitas dugaan penyelundupan BBM subsidi kuota Bengkalis ke Meranti.

M. Yasin pedagang besar BBM subsidi di Pematang Duku ketika dikonfirmasi membantah BBM subsidi yang dibelinya di SPBU Ujang di Jalan Bantan, Bengkalis, dijual ke Pulau Meranti.

"Pelabuhan Sungai Dua jauh tu, pak. Kalau aku menyelundupkan ke Meranti, bisa saya dipermasalahkan. Saya hanya dijual untuk keperluan masyarakat Pematang Duku," ujarnya melalui telepon seluler.

Sementara Herman seorang pedagang besar BBM subsidi di Desa Kelemantan ketika dikonfirmasi juga membantah pihaknya menjual BBM subsidi kuota Bengkalis ke Meranti.

Menurut Herman, selain dirinya masih ada 2 orang pedagang BBM subsidi di kawasan itu, Alex di Sungai Dua dan Along di Sekodi.

Herman menegaskan, sekali belanja dia bisa dapat dua sampai tiga drum yang kemudian dijual kepada masyarakat Desa Kelemantan dan Desa Sekodi.

"Ramai pak...bukan saya sendiri aja yang pedagang BBM di sini (Kelemantan dan Sekodi) pak.  Masih ada 2 pedagang yg besar di sini pak, Alek di sungai dua sama along di sekodi," tutur Herman melalui pesan WhatsApp.

Sampai berita ini dirilis, awak media ini masih menelusuri nama pedagang BBM yang diduga menyelundupkan BBM subsidi kuota Pulau Bengkalis ke Meranti. (Rudi)

Terkini