Warga Panipahan Harus Meniti Jalan Pelantaran yang Rapuh

Ahad, 24 Juli 2016 | 00:00:09 WIB

Metroterkini.com - Jalan Datuk Laksamana yang terletak di Dusun 9, RW 12/RT 06, Panipahan Darat Kecamatan Pasir Limau Kapas Rokan Hilir Riau, saat ini kondisinya sangat memprihatinkan. Jalan sepanjang seratus lima puluh meter dengan tiang pelantaran setinggi satu meter masih terbuat dari kayu yang sudah lapuk karena dimakan usia.

Bangunan jalan pelantaran (seperti jembatan) yang terbuat dari kayu ini tidak bisa dilalui oleh kendaraan, bahkan untuk jalan kaki masyarakat harus berhati-hati karena kuatir akan terperosot akibat jalan pelantaran dari kayu ini usianya sudah mencapai 12 tahun. Parahnya kondisi jalan pelantaran ini membuat masyarakat berharap perhatian pemerintah kabupaten Rokan Hilir.

Bahkan menurut warga, jalan pelantaran ini pernah makan korban karena ada warga yang kejeblos masuk celah papan jalan, sehingga kaki warga mengeluarkan darah akibat terluka karena masuk dalam lubang jalan. Kondisi alam di daerah ini adalah rawa yang rata-rata tergenang saat air pasang laut naik dan kering saat pasang surut, karena terletak di wilayah pesisir.

Salah Seorang warga, Sukar (52 thn) kepada metroterkini.com, Minggu (24/7/16) mengaku jalan ini dibangun pada tahun 2004  silam, namun sampai saat ini menurutnya sampai saat ini belum juga ada perhatian dari pemerintah daerah. Beberapa waktu lalu jalan ini pernah diajukan oleh Penghulu Panipahan Darat, Mustar Ali dan juga pernah diajukan ke Kecamatan Pasir Limau Kapas (Palika).

Tambah Sukar, Camat Palika, M. Idris saat itu pernah meninjau ke lapangan bersama masyarakat, namun belum juga membuahkan hasil. Bahkan jalan tersebut pernah diajukan kepada tiga orang anggota DPRD Rohil, yaitu Abdul Kosim alias  Akos dan Bahtiar,SH serta Murkan, SPd.I, namu sampai saat ini belum ada perhatian dan respon dari Pemkap Rohil.

"Menurut informasi dana APBD dan ADD cukup memungkinkan, tapi nyatanya sampai sekarang ini kami masyarakat sangat membutuh perhatian pemerintah. Kami masyarakat butuh bantuan  dan pembangunan akses jalan yang layak. Jika tidak ada perhatian dari pemerintah, Kami akan kembali berjalan kaki  diatas tanah seperti jaman duhulu sebelum merdeka," sebut Sukar. [mustar]

Terkini