Ramp Door Roro Patah, Truk Bermuatan Sawit Nyaris Masuk Laut

Kamis, 14 Juli 2016 | 00:00:09 WIB

Metroterkini.com - Truk Cold Diesel bermuatan buah sawit yang menyeberang dari Tanjung Kapal Kecmatan Rupat menuju Dumai menggunakan Kapal Motor Penyeberangan (KMP) roll on roll off (Roro) Kakap hampir tercebur ke laut, Rabu (13/7/16) sekitar pukul 18.00 WIB petang kemarin. Karena pintu masuk (Ramp Door) KMP Kakap patah.

Informasi yang berhasil dirangkum menyebutkan, persitiwa ini berawal ketika truk bermuatan sawit dari Pulau Rupat dengan tujuan Kota Dumai naik Roro Kakap. Oleh anak buah kapal, truk tersebut diarahkan agar di parkir di pintu masuk (Ramp Door).

Namun, ketika sudah di parkir tiba-tiba Ramp Door Roro Kakap patah. Diduga hal ini terjadi karena truk kelebihan muatan.

Beratnya tonase muatan truk, diduga membuat Ramp Door Kakap tak kuat menahan beban.

Kepala Unit pelayanan Teknis  (UPT)  Pelabuhan Roro Tanjung Kapal, Indra Buana ketika dihubungi melalui telepon seluler membenarkan kejadian tersebut.

Namun Indra belum dapat memastikan penyebab patahnya ramp door tersebut. Apakah karena muatan truk atau usia Roro yang sudah tua.

Sebab, sampai saat ini, di Pelabuhan Roro Tanjung Kapal belum ada timbangan untuk memastikan kelebihan tonase muatan truk. Sebaliknya, kendati sudah uzur, KMP Kakap masih tetap dioperasikan melayani Tanjung Kapal-Dumai.

"Kalau secara rinci dikatakan muatan truknya berlebih kita tidak punya timbangan muatan, tapi dari kasat mata memang kelebihan muatan tetapi masih dalam batas wajar. Selain itu kondisi Kakap juga tua," ujarnya, Kamis (14/7/16) siang.

Ditambahkannya, atas kejadian ini para penumpang KMP Kakap sempat khawatir. Namun, para penumpang tak bisa memilih. Sebab, sampai saat ini KMP Kakap merupakan transpotrasi utama dari Pulau Rupat ke Kota Dumai. Apalagi saat lebaran. Arus mudik dan balik dari dan ke Pulau Rupat cukup padat.

"Pasca kejadian, informasi yang kita dapat dari KSOP Dumai, KMP Kakap masih beroperasi dengan satu pintu tetapi dimaklumi pergerakannya agak lamban. Selain itu, muatan yang dibawa juga akan dibatasi," tutup Indra. [rdi]

Terkini