Dinas Tak Tahu Anggaran untuk Tuntas Pembangunan Kampus AKN

Senin, 23 Mei 2016 | 00:00:06 WIB

Metroterkini.com - Proyek 'aneh' banyak di Kabupaten Bengkalis. Aneh yang dimaksud bukan proyeknya tak terlihat, tetapi, dinas yang merencanakan proyek tersebut tak tahu berapa anggaran yang dibutuhkan untuk menuntaskan proyek tersebut.

Salah satu proyek 'aneh' itu adalah pembangunan kampus Akademi Komunitas Negeri (AKN) Bengkalis di Jalan Wonosari Barat.

Proyek yang berada di Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Bengkalis ini pada tahun anggaran 2015 lalu dengan pagu anggaran di APBD Bengkalis Rp 10,26 milyar lebih.

Namun, proyek yang dikerjakan PT Penampi Windusentosa dengan kontrak RP9,6 milyar ini baru berupa tiang-tiang.

Tentang ketidak pastian besarnya anggaran untuk menuntaskan pembangunan Kampus AKN ini dikatakan Plt Kepala Disdik Kabupaten Bengkalis, Heri Indra Putra.

"Berapa besar anggaran yang dibutuhkan untuk menyelesaikan pembangunannya (Kampus AKN) saya tak tahu," kata Heri Indra Putra usai rapat tertutup evaluasi realisasi fisik dan keuangan yang dipimpin Bupati Bengkalis Amril Mukminin di lantai II Kantor Bupati, Selasa (17/5/2016) minggu lalu.

Sementara itu, Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) Proyek pembangunan kampus AKN ini, Hadi Prasetyo yang coba dikonfirmasi beberapa kali ke kantornya tidak berada ditempat. Ketika dihubungi melalui telepon seluler, telpon selulernya tidak aktif.

Awalnya pelaksanaan pembangunan lanjutan kampus AKN ini sudah disorot berbagai pihak. Sebab, pihak Disdik ngotot melelang proyek ini dua bulan menjelang berakhirnya tahun anggaran 2015.

Wakil Ketua Gabungan Pengusaha Konstruksi Indonesia (Gapensi) Bengkalis, M.Fachrorozi Agam menuding lelang yang dilaksanakan di Kelompok Kerja (Pokja) 2 Unit Layanan Pengadaan (ULP) Bengkalis sangat tidak rasional dari sisi volume dan anggaran.

Padahal ungkap Agam, Plt Kadisdik sudah menyampaikan kalau waktu pengerjaan yang tersisa dengan anggaran serta volume sesuai dengan DPA dan RKA awal sangat tidak memungkinkan sehingga untuk kegiatan fisik volume dan nilainya dikurangi sampai setengah dari nilai awal.

"Dari hasil pelelangan umum yang sudah diumumkan Pokja 2 ULP ada yang ganjil dan kita menilai tidak rasional. Misalnya dengan sisa waktu sekitar 2 bulan anggaran untuk pengerjaan kegiatan lanjutan fisik SMA Unggulan Rp 9,4 milyar dan akademi komunitas negeri Bengkalis dengan pagu Rp 10,26 milyar. Dengan anggaran tersebut rasanya mustahil untuk kegiatan fisik bisa selesai pada akhir tahun ini," tegas Fachrorozi Agam, Jumat (9/10/15) lalu.

Selain dua paket tersebut sambung Agam, ada juga pembangunan lanjutan. SDN 48 Bengkalis dengan nilai Rp 3,5 milyar dan SMP 4 Bengkalis senilai Rp 3,75 milyar.

Anehnya dengan sisa waktu tahun anggaran 2015 sekitar dua bulan masih ada paket fisik dengan nilai diatas Rp 2 milyar yang dilelang. Bahkan diduga kuat pelelangan di pokja 2 ULP tersebut sarat intervensi dan muatan politis.

"Ada apa ini. Pernyataan Plt Kadisdik dengan realisasi lelang yang dilakukan pokja 2 khususnya paket SMA Unggulan dan Akademi Komunitas Negeri sangat bertolak belakang. Apa mungkin dengan sisa waktu 2 bulan paket senilai Rp 9 dan Rp 10 milyar bisa diselesaikan 100 persen. Atau lelang di pokja 2 ULP ada kepentingan tertentu serta intervensi untuk kepentingan politik," sambung Agam, mantan sekretaris KNPI Bengkalis itu.

Sebelumnya Plt Kadisdik, Heri Indra Putra menyebutkan sesuai dengan sisa waktu yang tersedia pada tahun ini untuk kegiatan fisik nilai dan volumenya dipangkas antara 50 sampai 80 persen.

Bahkan untuk pengadaan atau mobiler yang belum dilelang dan ada keterkaitan dengan kegiatan fisik bangunan sekolah ditiadakan atau lelangnya dibatalkan walaupun seluruh dokumen lelang menurut Plt Kadisdik untuk fisik sudah diserahkan ke ULP.

"Karena waktu yang tersisa tinggal 2-3 bulan lagi, nilai dan volume proyek fisik dikurangi. Jumlahnya bervariasi termasuk untuk paket pengadaan yang berkaitan dengan kegiatan fisik lanjutan kita tiadakan pada tahun 2015," papar Heri Indra saat itu. [rdi]

 

Terkini