Metroterkini.com - Pasca Pilkada Rohi, berembus isu pemekaran Kabupaten Rokan Hilir (Rohil) menjadi tiga kabupaten. Hal itu ditanggapi positif oleh Bupati Rohil, H. Suyatno dan sejumlah legislator di DPRD Rohil, Riau.
Menurut Suyatno, ide yang masih sebatas isu itu muncul ditengah masyarakat, namun disayangkan belum ada satupun yang muncul pencetus isu tersebut. Bupati mengajak duduk bersama siapa yang menjadi pencetus isu tersebut agar isu tersebut bisa dikonsep dan bisa diajukan.
Bupati juga menyindir saat, kabupaten Rohil saat ini masih minus anggaran ditambah rasionalisasi sehingga DBH Migas berkurang. "Dinas yang terimbas pengurangan anggaran saat ini bingung, apalagi jika Rohil dimekarkan," sindirnya kepada pencetus isu pemekaran.
Dia juga mencontohkan, seperti rencana pemekaran Kabupaten Bengkalis yang sudah bertahun-tahun Kota Duri bakal menjadi Kota Madya sampai saat ini rencana tersebut belum terlaksana.
"Rencana bisa saja dan kita mendukung, namun disetujui atau tidak tergantung nantinya," ungkapnya belum lama ini menanggapi isu tersebut.
Sementara sebagai dewan juga menanggapi positif, dengan alasan telah memuhi jumlah wilayah, jumlah penduduk serta untuk percepatan pembangunan daerah untuk rencana pemekaran menjadi tiga kabupaten. Rohil sebagai kabupaten induk nantinya akan melahirkan dua kabupaten yaitu Kabupaten Rokan Tengah dan Kabupaten Kubu.
Ada pun kecamatan yang akan di rangkul dalam pembentukan Rokan Tengah terdiri dari Kecamatan Tanah putih, Pujud, Tanjung Medan, Tanah Putih Tanjung Melawan dan Rantau Kopar.
Kelima kecamatan ini telah membentuk tim untuk pemekaran dan tahap selanjutnya akan membentuk penyusunan struktur pemekaran secepat mungkin.
Sedangkan untuk Kabupaten Kubu, terdiri dari tujuh kecamatan. Diantaranya, Kecamatan Kubu, Kubu Babus Salam, Pasir Limau Kapas, Simpang Kanan, Bagan Sinembah, Bagan Sinembah Raya dan Kecamatan Balai Jaya.
Seperti yang disampaikan Anggota Komisi A DPRD Rohil Afrizal. Dia setuju dengan rancanag pemekaran kabupaten Rokan tenggah. Menurut nya dengan pemekaran tersebut akan lebih banyak meninbulkan perubahan terhadap perkembangan masyarakat dan persaingan secara global.
"Nanti di dalam strukrur itu sudah diatur semuanya, siapa yang mengurus ke pusat, yang mengurus ke provinsi dan lain sebagai nya itu akan di atur dalam struktur tersebut, mudah-mudahan harapan kita sama-sama untuk membangun bisa terwujudkan dengan secepatnya," ujar politisi Golkar ini.
Hal yang sama juga disampaikan Wakil Rakyat asal Politisi Gerindra, Loenard Simutorang dan Maston dari PDI Perjuangan, ketika diminta tanggapan dia mengatakan pemekaran dapat sebagai pengembangan daerah dan pemerataan pembangunan. [**man]