Proyek Pengaman Tebing Desa Menaming Tak Ikuti Kontrak

Sabtu, 26 Maret 2016 | 00:00:17 WIB

Metroterkini - Proyek pekerjaan pembangunan pengaman tebing sungai di Desa Menaming Kecamatan Rambah Kabupaten Rokan Hulu (Rohul), Riau tahun anggaran 2016 dinilai tidak akan bertahan lama.

Pekerjaan dibawah Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Balai Wilayah Sungai Sumatera III SNVT Pelaksanaan Jaringan Sumber Air Sumatera III PPK Sungai dan Pantai I ini  bersumber dari dana APBN.

Timbulnya kekhawatiran kegagalan dalam proyek ini salah satunya dipicu karena pekerjaan galian tanah yang seharusnya dengan menggunakan alat berat sebagaimana tertuang dalam dokumen kontrak pekerjaan malah dikerjakan secara manual oleh pihak rekanan dalam hal ini CV. Mutiara.

Selain itu menurut keterangan salah seorang warga Desa Menaming Ucok (41) mengatakan, bahwa lokasi pekerjaan pembangunan bronjong tersebut selalu mengalami banjir dan tepat melingkar seperti letter " L ".

"Kami rasa pembangunan bronjong ini akan sia-sia saja karena bibir sungai dan dasarnya tidak dikeruk menggunakan alat berat terlebih dahulu hanya dikerjakan manual saja, sehingga kekuatan bronjong menahan tekanan air tidak ada", ujarnya.

Ia menambahkan lagi,  selain tanah berpasir dan lumpur tentunya gerusan air disaat banjir akan sangat deras, sehingga dikhawatirkan bangunan bronjong tidak akan bertahan lama karena digerus tekanan air yang sangat deras dan posisi bronjong nantinya akan menggantung dengan dasar sungai hingga mengakibatkan roboh.

Pimpinan CV. Mutiara Rio selaku pihak rekanan kepada metroterkini.com, Sabtu (26/3) mengatakan, pekerjaan bronjong sepanjang 85 meter di Desa Menaming Kecamatan Rambah Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) sengaja tidak menggunakan alat berat untuk galian tanah karena tekstur tanah cukup kuat dan padat menopang tekanan air ke dinding sungai.

"Kami memang sengaja tidak menggunakan alat berat karena merasa yakin dasar  dan bibir sungai cukup kuat menahan tekanan debit air ditambah lagi pekerja kami semua sudah profesional mengerjakan bronjong di sungai-sungai besar apalagi ini hanya anak sungai," ucapnya.

Ditempat yang sama Pengawas Proyek dari Dinas Bina Marga dan Pengairan Provinsi Riau, Romy mengatakan, pihaknya belum bisa memprediksi berapa panjang pekerjaan ini karena harus menyesuaikan dengan tekstur tanah.

Saat disinggung tentang galian tanah yang seharusnya menggunakan alat berat dan kayu cerocok, ia mengatakan pihaknya akan lakukan penambahan pekerjaan sesuai dengan nilai galian tanah dan cerocok karena mobilisasi alat akan dikurangi melalui CCO pekerjaan.

Pekerjaan pembangunan pengaman tebing sungai di Desa Menaming ini sepanjang 85 meter dengan lebar 6 meter dan ketinggian 4,5 meter menghabiskan pagu dana sebesar Rp 2 milyar bersumber dari APBN. Adanya pekerjaan bronjong ini diharapkan nantinya dapat mengurangi dampak banjir. [man]

Terkini