Metroterkini.com - Polemik penarikan mobil dinas beberapa anggota DPRD kabupaten Kampar, Riau mengundang polemik. Ada yang mendukung dan ada menolak asal yang dilakukan bupati untuk kepentingan pemerintahan dan bersama.
Menyikapi pelemik penarikan mobil dinas beberapa tokoh masyarakat Kampar ikut angkat bicara. Salah seorang tokoh muda Kota Bangkinang Kabupaten Kampar, Riau, Muhamad Ikhsan, SH kepada meteroterkini.com, Kamis (18/2/16) di Bangkinang mengatakan, langkah bupati Kampar Jefry Noer yang merencanakan penarikan dan penertiban mobil dinas dengan maksud penghematan anggaran dan demi kepentingan masyarakat harus di dukung.
"Kita sangat mendukung," tegas Ikhsan.
Ia meminta kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Kampar agar seluruh aset baik yang bergerak atau tidak bergerak untuk dilakukan penertiban.
"Kita minta bupati Kampar menertibkan seluruh yang namanya aset pemerintah daerah yang saat ini dinilai masih banyak yang tak jelas. Banyaknya aset sepertinya tanah yang menjadi lahan peribadi para oknum-oknum masyarakat di Kabupaten Kampar," ungkapnya.
Ia juga menambahkan, pemerintah kabupaten Kampar tidak hanya menertibkan mobil dinas yang sudah di inventarisasikan kepada seluruh pegawainya dan juga pihak Kejaksaan maupun pihak Pengadilan selama ini.
"Mobil dinas yang diluar Pemerintah Kabupaten Kampar itu harus jelas, termasuk beberapa mobil mantan anggota DPRD yang sudah tidak aktif," tegasnya.
Tak hanya itu, kalau lah itu sudah dilelangkan kapan dan siapa panitia pelelangannya. "Kita minta pemerintah daerah melalui Bagian Perlengkapan di Sekretariat Daerah Kabupaten Kampar agar dalam mengelolah aset daerah ini jangan terkesan sembunyi-sembunyi," ungkapnya.
Ikhsan menambahkan, masih banyak aset pemerintah saat ini baik itu tanah maupun mobil dan lain-lainya terkesan hilang tidak tahu rimbanya. "Penarikan mobil dinas jangan terkesan pilih kasih," katanya.
Ditempat terpisah Bupati Kampar melalui Kabag Humas Pemkab Kampar, Sabarudin yang dikonfirmasi awak media belum bisa dihubungin. [ali]