Bencana Banjir Kampar Diduga Dijadikan Ajang Politik

Sabtu, 13 Februari 2016 | 00:00:19 WIB

Metroterkini.com- Bencana banjir besar yang meluluhlantakan pemukiman penduduk di sepanjang aliran Sungai Kampar, Riau akibat meluapnya air sungai beberapa hari yang lalu dinilai banyak pihak dijadikan ajang politik menjelang Pilkada Kampar 2017 mendatang. Pasalnya saat ini muncul teka-teki di kalangan tokoh masyarakat dan politik di Kabupaten Kampar.

Ketua HIPMI Kampar Irvan Dailami kepada metroterkini.com, Sabtu (13/2/16) mengatakan, bencana yang melanda Kabupaten Kampar saat ini, menjadi politik dan polemik ditengah-tengah masyarakat. 

Ia menuturkan, informasi yang bukan rahasia umum di tengah masyarakat menyebutkan, bahwa sembako yang dibagikan kepada masyarakat, baik dari bantuan perusahaan maupun bantuan dari pemerintah dan SKPD yang ada di Kampar semuanya diatas namakan bantuan dari pihak Dubalang Kampar.

Padahal menurut Irfan, sumber bantuan tersebut sangat banyak sekali, ada dari pemerintahan Kabupaten Kampar, Pemko Pekanbaru dan bantuan Pemerintah Propinsi Riau, dan belum lagi bantuan dari beberapa perusahaan yang ada di Kabupaten Kampar dan bantuan CSR.

"Itu semuanya mengelabui masyarakat Kampar yang tertimpa musibah karena ditingkat bawah bantuan tersebut diatasnamakan Dubalang Kampar. Untuk bantuan kemanusiaan kita jangan sampai berpolitik lah atau salah niat," ungkapnya.

Namun ditempat terpisah, Pucuk Andiko Dubalang Kampar, Eka Sumhamid saat dikonfirmasi melalui sambungan selulernya tak diangkat hingga berita ini dipublish. [ali]

Terkini