Musrenbangdes Pangkalan Batang Barat Kurang Direspon SKPD

Rabu, 10 Februari 2016 | 00:00:11 WIB

Metroterkini.com - Musyawarah Rencana Pembangunan Desa (Musrenbangdes) Desa Pangkalan Batang Barat tahun 2016 kurang direspon SKPD, Rabu (10/2/16).

Dari 30 SKPD yang diundang yang hadir hanya 5 SKPD. Hal ini membuat kepala desa dan masyarakat Pangkalan Batang Barat kecewa.

Pimpinan atau yang mewakili SKPD yang hadir, Kadis Dishubkominfo, Jaafar Arief, Jamhur, Idlin, dan Nelly dari BPMPD, S.Sitorus Babinsa, Eli Yohana dan Sofian dari Dinas Kelautan Perikanan, dan Kesbangpol.

Kendati demikian, Musrembang yang dilaksanakan, Selasa (09/02/16) kemaren, di halaman kantor desa di Dusun Kampung Parit RT 14 RW 03 tetap berjalan sesuai jadwal.

Sedikit 60 orang undangan bersama SKPD yang hadir serius membahas pembangunan infrastruktur, pendidikan, dan pemberdayaan masyarakat untuk tahun anggaran 2016 di desa tersebut.

"Beginilah yang terjadi di lapangan, Musrenbangdes di Desa Pangkalan Batang juga sama, cuma enam atau tujuh SKPD yang hadir. Pak! Saya kurang optimis akan hasil musrenbangdes ini, " ungkap M Yusuf penjabat Kepala Desa Pangkalan Batang Barat.

Kendati demikian, M.Yusuf tetap berusaha agar apa yang disepakati di Murembangdes ini terealisasi sehingga Desa Pangkalan Batang Barat yang baru dimekarkan ini semakin maju.

Pada kesempatan itu, M.Yusuf juga berharap peran serta media untuk mempublikasikan perkembangan pembangunan desa yang dipimpinnya.

"Ada beberapa tim kami yang akan menjumpai SKPD di Bengkalis untuk mengetahui realisasi usulan kami, jangan sampai kami usulkan A tapi yang dikabulkan B, padahal usulan yang kami sampaikan telah kami sinkronkan antara pemdes dan perangkat dengan SKPD terkait," tambahnya.

Selain infrastruktur, jalan, drainase, parit, Musrembangdes ini juga mengusullan bantuan sosial berupa bibit tanaman kepada kelompok usaha, dan sanggar.

"Kita tidak bisa memaksakan kemunculan usulan yang disampaikan dalam musrenbang ini karena disesuaikan dengan kebutuhan dari desa itu masing-masing, kami di kecamatan akan memilah atau memverifikasi apakah ini sesuai dengan usulan atau tidak," ungkap Reza Nofindra Sekretaris Kecamatan Bengkalis menambahkan.

S.Sitorus selaku Badan Pembina Desa (Babinsa) mengusulkan kepada Dinas Kesehatan kabupaten Bengkalis untuk dapat melakukan fogging (pengasapan) dan penyemprotan karena bahaya DBD yang menyerang daerah ini.

Sedangkan Zamri mengharapkan kepada Dinas Pendidikan Kabupaten Bengkalis agar dapat mempertimbangkan harapan masyarakat agar Deliza Aziz tetap menjadi kepala SMPN 6 Bengkalis. Tapi sayang ke dua dinas ini tidak datang memenuhi undangan yang telah disampaikan. [rdi]

Terkini