Metroterkini.com - Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Kabupaten Rokan Hilir, Riau akan membentuk Desa Mandiri Benih di desa-desa sentra pertanian sesuai dengan pengembangan pertanian daerah tersebut.
"Seperti yang kita ketahui kesulitan yang dihadapi selama ini jika musim tanam tiba adalah ketersediaan benih atau bibit pertanian dan juga bibit ternak, makanya daerah pertanian yang ada perlu dibentuk Desa Mandiri Benih," ungkap Kepala Distanak Rohil Muslim, Senin (1/2/16).
Menurut Muslim, pembentukan Desa Mandiri Benih ini juga sebagai langkah desa-desa dan para petani dalam memperoleh bibit pertanian secara swadaya.
"Dengan adanya Desa Mandiri Benih, maka tidak perlu lagi membeli bibit unggul dan bisa dipasarkan," katanya.
Ia mencontohkan di Kecamatan Sinaboi, dimana ada dua desa yang akan dijadikan Desa Mandiri Benih yakni Kepenghuluan Darussalam dan Raja Bejamu.
"Semua ini bertujuan agar tidak bermasalah dalam penyediaan benih saat musim tanam tiba tidak lagi sulit mencari benih tersebut," jelasnya.
Selain itu, Swasembada bibit juga perlu dilakukan mengingat Distanak Rohil pada tahun 2016 dan tahun-tahun mendatang akan memperluas jumlah lahan didesa-desa sentra pertanian Rokan Hilir.
Di Rohil, terang Muslim, pihaknya berencana akan membuka lahan pertanian baru seluas 2.500 hektare.
Untuk di Kecamatan Sinaboi di Kepenghuluan Raja Bejamu seluas 150 hektare, Sungai Nyamuk 100 hektare, dan Darussalam 461 hektare (tanaman kedelai dan jagung).
Distanak Rohil juga akan memberikan bantuan berbagai jenis alat pertanian, baik yang bersumber dari dana APBN, APBD Riau maupun APBD Rohil kepada para petani.
"Kita juga sedang memprogramkan, agar bagaimana lahan-lahan yang tidak produktif bisa ditanami, serta bisa dua kali tanam (padi) dalam satu tahun asal petani disiplin dalam melakukan penanaman," katanya. [adv]