Ini Nasib Pelajar dan Masyarakat Empat Desa di Kampar Kiri Hulu

Senin, 01 Februari 2016 | 00:00:06 WIB

Metroterkini.com - Akses transportasi di empat desa yang dihantam banjir bandang, di Kampar Kiri Hulu sejak November 2015 lalu belum teratasi. Hingga saat ini, masyarakat empat desa itu, masih terisolasi. Sejumlah bantuan sembako kepada masyarakat juga masih tersendat.

Ketua Persatuan Anak Negeri Pangkalan Kapas, Arika Harmon mengatakan, selain persoalan sembako, dia mengkhawatirkan sebanyak 500 pelajar di empat desa itu terancam putus sekolah. Para orang tua tidak sanggup lagi menopang biaya sekolah anaknya.

"Saya sama sekali tidak memikirkan persoalaan capek dan uang pribadi yang keluar. Tapi kalau akses jalan itu tidak juga diperbaiki, selain rawan masalah pangan, akan ada 500 orang pelajar dan mahasiswa terancam putus sekolah," katanya, Senin (01/02/15).

Menurut Arika sangat mungkin terjadi, sebab sebagian dari orang tua mereka tidak sanggup lagi membiayai pendidikan anak-anaknya. Karena akses jalan yang putus akibat banjir bandang itu membuat akses transportasi masyarakat terhambat. Sementara, hasil panen masyarakat dari perkebunan karet tidak bisa dibawa keluar untuk dijual.

Menurut pengakuannya, hingga saat ini akses jalan yang terputus itu belum juga diperbaiki oleh pemerintah. Desa-desa diterjang musibah banjir bandang tiga bulan lalu masih tetap dengan kondisi semula. Kucuran bantuan pangan yang sebelumnya dijanjikan Pemerintah Provinsi Riau hingga saat ini belum terealisasi. Keempat desa tersebut adalah desa Lubuk Bigau, Pangkalan Kapas, Tanjung Permai dan Tebing Tinggi.

Rencana Pemerintah Provinsi Riau, sebelumnya akan memenuhi permintaan masyarakat di empat desa di Kampar Kiri Hulu, Kabupaten Kampar, Riau untuk menyalurkan bantuan logistik, ternyata memang belum bisa direalisasikan.

Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Provinsi Riau, Syarifuddin, menambahkan, sejak awal pihaknya sudah melakukan koordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (PBDB) Kabupaten Kampar, untuk mengatasi persoalan jalur masuk ke desa itu. Hasil koordinasi itu juga sudah diutarakan ke Plt Gubernur Riau Arsyadjulaindi Rachman pada pekan kemarin. Namun hingga saat ini belum ada realisasi. [**din]

 

 

Terkini