BPBD Kampar Dirikan Tenda dan Dapur Umum Korban Banjir PLTA

Sabtu, 16 Januari 2016 | 00:00:16 WIB

Metroterkini.com - BPBD Kampar menghimbau kepada warga yang terkena banjir akibat pembukaan pintu air PLTA Koto Panjang untuk mengungsi ke tempat yang lebih tinggi atau ke tenda-tenda yang didirikan Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Kampar.

Berdasarkan data dari BPBD Kampar, Desa yang mengalami banjir yakni Desa Simpang Kubu sebanyak 200 KK, Batu Belah 273 KK, Tanjung Rambutan 120 KK, Pulau Lawas 50 KK, Pulau Rambai 400 KK, Kampung Panjang, 305 KK, Sendayan 137 KK, Sawah 360 KK, Sei Jalau 86 KK, Desa Alam Panjang 160 KK, Pulau Payung 200 KK, Teratak 50 KK dan Sei Petai.

Banjir yang merendam ratusan rumah warga, dan bahkan fasilitas umum dan puluhan hektar kebun warga mulai dari Kecamatan Kuok hingga Kecamatan Kampar Utara Kabupaten Kampar Sabtu (16/1/16)

Kepala BPBD Kampar Santoso menghimbau warga yang terkena banjir musiman ini untuk mengungsi dan pihak BPBD serta Dinas Sosial Kabupaten Kampar yang langsung turun ke daerah banjir saat ini telah mendirikan tenda-tenda penampungan dan dapur umum.

"Banjir semakin tingginya akibat debit air waduk PLTA Koto Panjang sehingga pintu waduk harus dibuka dan kita turun langsung ke lokasi dan mendata warga yang terkena banjir," kata Santoso yang didampingi Kabid Kedaruratan Zuledi dan Kasi Kedaruratan Muhammad Nasir.

Menurut Santoso, kondisi ini bisa berlanjut apabila curah hujan makin tinggi di wilayah Sumbar.

"Bagi warga yang terkena banjir dapat mengungsi ke lokasi yang lebih tinggi dan ke tenda-tenda penampungan yang telah kita dirikan," ujarnya.

BPBD bersama Dinas Sosial Kampar terus memantau dan telah menyiapkan speed boat dan perahu karet untuk mengevakuasi warga.

"Kita juga mendirikan tenda dan dapur lapangan di desa Tanjung Rambutan dan desa Batu Belah," ungkap Santoso. [**din]

 

Terkini