Metroterkini.com - Puluhan karyawan PT Sucofindo mendatangi kantor Dinas Ketenagakerjaan Provinsi Riau. Mereka mendesak pemerintah memberikan solusi terkait pembayaran pesangon mereka dari PT Bumi Mas yang hingga kini tidak kunjung cair.
Bobi selaku penanggung jawab aksi, Kamis (07/01/16) mengancam mogok jika tuntutan mereka tidak diindahkan. Mereka akan melakukan mogok massal pada 11-15 Januari 2016 mendatang.
Sebelumnya sebanyak 314 karyawan ini bekerja di bawah naungan kontraktor Chevron yakni PT Bumi Mas sebagai karyawan penanggulangan jasa pemadam kebakaran di seluruh station Chevron. Namun pada akhir tahun lalu Chevron melakukan pergantian kontraktor ke PT Sucofindo.
Berdasarkan aturan dengan beralihnya perusahaan penanggung jawab maka PT sebelumnya harus membayar pesangon kepada seluruh karyawannya.
"Namun sayang, setelah tiga bulan ditunggu pesangon tersebut tidak kunjung cair. Kami meminta Disnaker Provinsi Riau mendesak PT Bumi Mas untuk membayarkan kewajibannya," papar Bobi.
Hubungan seluruh karyawan dengan PT Sucofindo tidak ada masalah, namun dengan PT sebelumnya yakni PT Bumi Mas yang bermasalah. Karena mereka tidak memiliki itikad baik untuk membayarkan seluruh pesangon karyawannya.
"Jika ditotal jumlah pesangon yang wajib dikeluarkan sebesar Rp9 miliar. Kami ingin pada 8 Januari 2016 nanti seluruh pesangon itu harus dibayar," tegasnya.
Kepala Dinas Ketenagakerjaan Provinsi Riau Rosyidin Siregar menyatakan bahwa persoalan tersebut harus segera diselesaikan oleh pihak Chevron dan kontraktornya, dengan catatan harus sesuai dengan aturan-aturan yang berlaku.
"Kita tidak ingin ada pihak yang dirugikan, maka dari itu kita berharap persoalan ini bisa selesai dengan musyawarah dan mufakat," singkatnya. [**]