Sukses Bangun Lombok Tengah, Suhaili Pamitan

Rabu, 25 November 2015 | 00:00:17 WIB

Metroterkini.com - Massa jabatan Bupati H Moh. Suhaili FT dan Wakil Bupati HL Normal Suzana, Jumat (27/11/15) akan berakhir.

Curhat Bupati  Lombok Tengah, Suhaili awalnya  kondisi  Lombok Tengah saat itu adalah kondisi yang membutuhkan perhatian serius, dan membutuhkan penataan yang cermat. Digambarkan, waktu itu divisit anggaran cukup tinggi di samping itu juga arah pembangunan yang pastinya harus dicermati dan dipelajarinya. Begitu juga kondisi harus bisa dipahaminya agar langkah pembangunan pemerintah sejalan dengan dukungan masyarakat. 

Yang pertama kali dilakukan bupati tentunya bagaimana cara beradaptasi dengan melihat situasi dan kondisi potenis daerah. Lalu memfokuskan infrastruktur secara luas. Tidak hanya infrastruktur fisik, tetapi baik menyangkut orang atau sumberdaya manusia jadi perhatian pemerintah. Begitu soal regulasi dan perencanaan yang paling awal disusunnya sesuai visi-misi yang ditawarkan jargon Maiq-Meres tersebut. 

Tidak mau lama, melihat kondisi sudah tepat visi-misi pembangunan kemudian dituangkan di RPJM. Namun, perlu diketahui visi-misi Suhaili-Normal yang ditawarkan kepada masyarakat bukan berlaku lima tahun namun dalam jangka 20 tahun. 

“Dari rancana yang ditawarkan itu kata Suhaili, diharapkan ada  kesinambungan pembangunan. Dalam itu juga, dalam membenahi kondisi Lombok Tengah, tidak bisa membutuhkan waktu dengan lima tahun saja,” katanya.

Suhaili menjelaskan, jelang awal gerakan dilakukannya dan Normal ia lebih awal memprioritaskan sector peningkatan kesejahtraan dan kemandirian. Dengan bagaimana ikhtiar bagaimana menata dan menglola beberapa potensi yang ada di daerah ini.

Salah satunya, ada tiga besar potensi yang disingkat ATM. Agri dalam arti luas, Taurisem pariwisata dan Merim kelautan. ATM ini kemudian difokuskan pemerintah dengan tujuan bisa berjalan baik untuk keberlangsungan pembangunan Lombok Tengah. Kendati ATM difokuskan, namun tidak kemudian membuat emdijus  dan infrastruktur selaras dengan jalannya program lain.

Dalam bidang infrastruktur, Suhaili-Normal memfokuskan Rurung-Reban (2R) atau jalan dan irigasi. Ini harus difokuskan untuk memicu dan memacu gerak langkah kegiatan masyarakat untuk mensejahtrakan diri dan keluarganya. Ini merupakan langkah awal yang coba dilakukan Suhaili-Normal dulunya. Sering dengan jalannya beberapa program, Suhaili-Normal juga terus meningkatkan kompetisi untuk menata dan menglola amanah yang diembankan ini. Bagimana pelaksanaan ini bisa datangkan kemaslahatan bagi masyarakat dan tentunya untuk bisa dipertanggungjawabkan juga. Untuk menseralaskan pembangunan dengan dana dari APBD, Suhaili juga terus berjuang untuk menarik pemerintah pusat agar membantu memberikan suntikan dana bagi pemerintah Lombok Tengah.

“Kami di pusat juga menjual beberapa potensi Lombok Tengah,” terang bupati.

Selama ini juga, ternyata pemerintah pusat yang sudah mengetahui situasi dan kondisi Lombok Tengah mendukung gambaran potensi pembangunan. Lebih khusus bagi bidang pariwisata yang dijadikan asset Negara.

Tahun awal memimpin, memang Suhaili jarang di Lombok Tengah. Dia sibuk melakukan lobi-lobian di tingkat atas untuk kemajuan Lombok Tengah ke depannya. Tak hanya pemerintah pusat, orang-orang luar di sana juga diceritakan dan digambarkan kondisi potensi yang bisa dimanfaatkan di daerah ini.  Dari langkah dilakukan itu, APBD Lombok Tengah tahun ke tahun terus mengalami peningkatan. Di mana, tahun awal APBD Rp. 870 miliar sampai tahun ke lima APBD mencapai Rp.1,6 Triliun.

Dari kondisi APBD yang ada saat ini, Suhaili yakin mempu menggerakan sector yang ada. Baik untuk memperdayakan pegawai begitu juga pengaruh pada pegerakan lain. Dari kondisi ini, bukan hanya infrastruktur yang mampu disuntik daerah. Beberapa fasilitas sarana pendidikan juga mampu disentuh dengan anggaran daerah meskipun nominal tidak begitu signifikan.

Begitu juga bidang kesehatan, pemerintah selama ini terus meningkatkan. Lebih lagi bagi angka kematian ibu, angka kematian bayi dan ini terus diperhatikan. Seperti dirasakan saat ini, jumlah kunjungan wisatawan terus meningkat. Ini tidak lain setelah Bandara Internasional Lombok 2011 beroprasi.

“Sekarang kita bisa lihat bersama tidak ada jalan perdesaan yang terisolir. Karena memang fokusnya pemerintah memperhatikan kondisi tersebut,” jelas bupati. [ls]

Terkini