Metroterkini.com - Semakin hari kabut asap semakin tebal menyelimuti Kota Bengkalis. Seperti Senin (5/10/2015) pagi ini kabut asap semakin tebal dan jarak pandang hanya sekitar 200 meter.
Kondisi ini sudah berlangsung seminggu terakhir. Memang selama sebulan belakangan sebagaimana Provinsi Riau pada umumnya diselimuti asap, Kabupaten Bengkalis juga tak luput dari bencana ini. Namun, kondisinya tidak separah seperti seminggu belakangan ini.
Seperti Senin pagi ini, kabut asap semakin tebal dan membuat beberapa acara outdor yang sudah di agendakan oleh berbagai elemen masyarakat terpaksa dibatalkan. Salah sataunya pengukuhan Penguyuban Masyarakat Jawa Bengkalis yang sedianya dilaksanakan Minggu (4/10/15) malam di Lapangan Tugu, terpaksa dibatalkan.
Sejauh ini pihak Dinas Kesehatan masih belum mempublikasikan data terakhir jumlah korban ISPA akibat kabut asap.
Sementara berdasarkan data Dinas Kesehatan (Diskes) Bengkalis yang dipublikasikan ke wartawan pada 28 September 2015 lalu. Dari seluruh Puskesmas di kecamatan-kecamatan di Kabuipaten Bengkalis, setidaknya sebanyak 4.150 orang masyarakat di Kabupaten Bengkalis terserang berbagai penyakit, akibat dari kabut asap.
Kepala Diskes Bengkalis melalui Kepala Bidang Pengendali Masalah Kesehatan Lingkungan Irawadi SKM, MPH memaparkan bahwa sejak Agustus lalu, ditemukan sebanyak 4.150 orang warga yang terkena berbagai penyakit yang disebabkan karena kabut asap. Yang tertinggi adalah penderita Infeksi Saluran Pernafasan (ISPA) yang jumlahnya mencapai 3.335 orang.
“Berdasarkan data yang dihimpun dari seluruh Puskesmas maupun Puskesmas Pembantu (Pustu) ditemukan sebanyak 4.150 orang warga yang terserang berbagai penyakit akibat kabut asap. Mayoritasnya adalah penderita ISPA, dan umumnya ISPA menyerang anak-anak dibawah umur 12 tahun," kata Irawadi, diruang kerjanya Senin (28/9/15) lalu.
Jumlah tersebut menurut Irawadi, terdiri dari penderita ISPA sebanyak 3.335 orang, iritasi mata 238 orang, iritasi kulit 253 orang, penemonia (radang paru-paru) 116 orang dan penderita asma 208 orang. Jumlah tersebut terdapat diseluruh kecamatan di Kabupaten Bengkalis.
"Kita mengimbau kepada seluruh masyarakat yang anggota keluarga atau anak-anaknya menderita sakit atau gejala yang ditimbulkan oleh kabut asap untuk segera memeriksakan kesehatan ke puskesmas terdekat. Bahkan dampak dari kabut asap ini juga menyerang warga berupa penyakit demam berdarah dangue (DBD), walau musim kemarau," tambah Irawadi saat itu. [rdi]