Metroterkini.com - Rencana kedatangan Presiden Jokowi ke Riau banyak menuai kritikan, selain tokoh Riau H. Syarwan Hamid yang juga mantan Mendagri, kalangan mahasiswa juga menilai serupa. Bahwa kedatangan orang nomor satu di Indonesia ini menambah kecewa masyarakat Riau.
Pasalnya, tahun sebelumnya Jokowi juga datang ke Riau yaitu ke Kabupaten Meranti. "Percuma, buktinya tahun ini kebakaran hutan dan lahan semakin menjadi-jadi. Bahkan tidak sedikit yang meninggal dunia akibat sesak napas oleh kabut asap," kata Utomo, salah satu mahasiswa Fakultas Hukum, Universitas Islam Riau.
Kedatangan Presiden ke daerah harus memberikan efek dan ada perubahan, kalau hanya serimonial itu artinya percuma, "Kalau hanya serimonial itu percuma. Hotspot di Riau bisa dikatakan nihil. Untuk apa Presiden ke Riau," tambahnya.
Ditengah kondisi rakyat seperti ini, seharusnya pemerintah bisa mengambil langkah konkrit ke depanya. "Jangan bencana dijadikan agenda kegiatan tahunan oleh pemerintah. Jika demikian terkesan, bahwa pemerintah hanya menghabiskan anggaran negara untuk setiap tahunnya. Tidak ada bencana, dana penanggulangan bencana tak keluar," katanya.
"Kepada pak Jokowi, tolong dipikirkan kembali untuk ke Riau. Jangan menambah kekecewaan masyarakat Riau yang sudah terbelenggu dengan asap selama 18 tahun terakhir ini," katanya. [**red]