SPBU di Inhu 'Masuk Angin' Bebas Jual BBM Pakai Jerigen

Sabtu, 26 September 2015 | 00:00:07 WIB

Metroterkini.com - SPBU di Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu), Riau dinilai 'masuk angin' karena dengan mudah menjual BBM dengan menggunakan jerigen yang tidak mengindahkan aturan yang berlaku. Akibatnya BBM sering kosong saat kendaraan akan mengisi bakan bakar di sejumlah SPBU. Anehnya hal itu dibiarkan oleh pihak Pertamina karena minimnya pengawasan.

Hampir itu seluruh SPBU yang ada di Inhu melakukan pengisian terhadap pembeli yang menggunakan jerigen, dan bahkan dalam partai besar, akibatnya masyarakat sering tak kebagian dan terpaksa harus mengisi bahan bakar kendaraan mereka kepada pedagang BBM Eceran.

Salah seorang warga Rengat, Dede (41) Jumat (25/6) sangat menyesalkan sikap SPBU yang berbuat semaunya tanpa mengindahkan aturan yang berlaku, akibatnya masyarakat juga yang dirugikan.

"Saya sering melihat SPBU di Rengat seperti SPBU Danau Raja Rengat yang melakukan pengisian kepada pembeli yang menggunakan Jerigen dalam partai besar dengan menggunakan sepeda motor bajaj yang memiliki bak di belakangnya itu," katanya.

Hal ini sudah berlangsung lama, dan tidak ada tindakan yang dilakukan kepada pihak pengelola SPBU sehingga mererka bebas melakukan hal tersebut.

"Pihak penegak hukum yang berhak menindak lanjuti hal ini terkesan tutup mata, demikian juga pihak Pertamina yang mempunyai kewenangan terhadap hal tersebut," katanya lagi.

Kita berharap hal ini menjadi perhatian bagi Pemerintah Kabupaten Inhu, kemana lagi masyarakat mengadu, karena penegak hukum yang bertanggung jawab mengawasi SPBU di Inhu rata-rata sudah masuk angin, sehingga lebih banyak kentut dari pada nyali, katanya.

Hal yang sama juga diungkapkan, Udin warga Kecamatan Rengat Barat, dirinya mengaku sering kecewa terhadap SPBU Pematang Reba, dimana ketika hendak mengisi BBM pihak SPBU mengatakan bensin habis, sementara dirinya sering melihat pihak SPBU membiarkan para pembeli jerigen mengisi sendiri jerigen mereka, singkatnya.

Sementara itu Kepala Bagian (Kabag) Perekonomian Sekretariat Daerah (Setda) Kab. Inhu Dahjoni yang membidangi masalah ini belum dapat dimintai keterangan terkait hal ini, "beliau jarang di tempat," ujar salah seorang pegawai yang tak mau disebutkan jati dirinya. [**rec]

Terkini