Metroterkini.com - Warga masyarakat Riau sangat kecewa dengan pernyataan Menteri Kesehatan RI, Nila Farid Moeloek yang menyebutkan pencemaran udara di Provinsi Riau belum berstatus berbahaya. Sehingga, menimbulkan aksi dan kecaman dari puluhan mahasiswa, Kamis (17/9).
Berdasarkan data terhitung sejak 29 Juni hingga 16 September 2015. ada sekitar 31.780 jiwa terkontaminasi penyakit dalam kurun kurang dari tiga bulan. Seperti penderita ISPA di Riau berjumlah 26.051 jiwa, penderita iritasi kulit sebanyak 2.263 jiwa, Pneumonia 538 jiwa, asma 1.257 jiwa, dan iritasi mata 1.671 jiwa.
Pernyataan Menkes mengundang reaksi massa dan mereka mendesak agar pemerintah mencopot Menteri Kesehatan (Menkes) RI, Nila F Moeloek. Desakan ini muncul sebagai reaksi atas statement sang menteri terkait kondisi udara di Provinsi Riau.
Menanggapi hal tersebut, Plt Gubernur Riau, Arsyadjuliandi Rachman menyatakan akan meminta Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan Luhut B. Panjaitan untuk menegur Menteri Kesehatan Nila F Moeloek terkait pernyataannya di salah satu media massa.
Desakan pencopotan Menkes juga datang dari tokoh perempuan Riau, Azlaini Agus yang didampingi tokoh LAM Riau, Al-Azhar dan puluhan mahasiswa.
Tuntutan mereka kali ini adalah untuk meminta dukungan kepada DPRD Riau dan Pelaksana Pugas (Plt) Gubernur Riau, Arsyadjuliandi Rachman untuk menyampaikan surat permintaan pencopotan Menkes yang sangat membuat masyarakat Riau merasa bukan manusia yang selama ini terus menghirup udara berbahaya akibat asap. [**]