Kutu air: Gejala, Penyebab, dan Pencegahannya 

Sabtu, 12 Juni 2021 - 23:59:55 WIB
Share Tweet Instagram

Metroterkini.com - Kutu air atau yang disebut sebagai Tinea pedis merupakan infeksi jamur menular yang menyerang kulit di kaki. Dilansir dari Healthline, infeksi jamur ini bisa menyebar sampai ke kuku kaki dan tangan. Meskipun sering dialami oleh para atlet, kondisi ini bisa menyerang siapa saja. 

Kutu air juga bukan merupakan penyakit yang serius, tetapi terkadang sulit untuk disembuhkan. Penderita diabetes dan orang dengan kekebalan tubuh yang lemah akan rentan terkena kutu air. 

Ada beberapa gejala yang muncul ketika seseorang terkena kutu air. Berikut ini beberapa di antaranya. gatal, perih, dan rasa terbakar di sela-sela jari kaki atau telapak kaki lecet di kaki yang gatal kulit kaki pecah-pecah dan terkelupas, paling sering di antara jari kaki dan telapak kaki kulit kering di telapak atau sisi kaki kuku kaki berubah warna, tebal, dan rapuh kuku kaki tertarik dari dasar kuku. 

Seseorang dapat tertular jamur melalui kontak langsung dengan orang yang terinfeksi atau dengan menyentuh benda yang sudah terkontaminasi jamur. 

Jamur tumbuh subur di lingkungan yang hangat dan lembab. Biasanya jamur ini bisa berkembang biak di kamar mandi, di lantai ruang ganti, dan di sekitar kolam renang. 

Pencegahan Apabila mengalami gejala-gejala yang sudah disebutkan sebelumnya, sebaiknya segera periksakan diri ke dokter. Biasanya, dokter akan meresepkan obat antijamur topikal. Di samping itu, beberapa langkah untuk mencegah kutu air juga perlu dilakukan. 

Berikut ini beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mencegah terinfeksi kutu air. 

Cuci kaki dengan sabun dan air setiap hari dan keringkan secara menyeluruh, terutama di sela-sela jari kaki. 

Cuci kaus kaki, seprai, dan handuk dalam air dengan suhu 60 °C atau lebih tinggi. 

Oleskan bedak antijamur pada kaki setiap hari. 

Jangan berbagi kaus kaki, sepatu, atau handuk dengan orang lain. 

Kenakan sandal di kamar mandi umum, di sekitar kolam renang umum, dan di tempat umum lainnya. 

Kenakan kaus kaki yang terbuat dari serat bernapas, seperti katun atau wol, atau terbuat dari serat sintetis yang menyerap keringat. 
Ganti kaus kaki saat kaki berkeringat. 

Keluarkan kaki saat berada di rumah dan bertelanjang kaki. Kenakan sepatu yang terbuat dari bahan yang menyerap keringat. [**]


TULIS KOMENTAR

BERITA TERKAIT