Korban Penganiayaan Aparat Ngadu ke DPRD

Selasa, 05 Oktober 2010 - 14:02:05 WIB
Share Tweet Instagram

PEKANBARU [metroterkini.com] - Tindakan penghaniayaan yang diduga dilakukan oleh oknum Polri dan Auri di tempat hiburan C7 KTV yang di Jalan Cempaka Pekanbaru menyebabkan lima warga mengalami luka-luka. Korban pemukulan adalah warga Jalan Cempaka, akhirnya korban penganiayaan ini mendatangi DPRD Kota Pekanbaru untuk meminta perlindungan hukum dan keadilan. Kedatangan warga tersebut diterima oleh Sekretaris komisi I Kamaruzaman, M Navis, Adriyanto SE,Dedi Vilia Spd. Dalam laporannya tiga orang warga Yulfi, Indra, Hartono Siswanto yang melaporkan perbuatan penganiayaan ini menceritakan bahwa mereka tidak tahu mengapa mereka dianiaya tiba- tiba saja oknum AURI dan polisi itu memukul mereka. Yulfi salah seorang korban menceritakan kronologis pemukulan itu, mengungpkan dirinya keluar dari kamar dan hendak ke kamar mandi tiba- tiba ditarik oleh oknum polisi bernama Roni dan menanyakan kau mau apa. "’Karena merasa tidak melakukan apa- apa saya pun menanyakan ada apa bang dan disaat ribut- ribut dilorong C7 KTV Indra keluar dan menanyakan ada apa ini, ini adik saya kata Indra,"’ katanya. Roni lantas memanggil temannya di kamar 705 dan keluarlah teman-temannya dan memukul mereka salah satu dari pelaku pemukulan ini menurut mereka adalah oknum TNI AU berinsial Rus. Peristiwa pemukulan dan pengeroyokan ini sudah dilaporkan mereka ke Polda Riau. Akibat Penganiayaan ini Indra mengalami lebam-lebam dan menderita luka- luka di sekitar wajah, dan mendapatkan dua jahitan dialis dan saat ini mengalami pusing- pusing. Sekretaris komisi I DPRD Kota Kamaruzaman mengatakan akan memanggil pihat terkait atas laporan masyarakat yang dianiaya oleh oknum polisi dan oknum TNI AU itu. "’Kalau benar laporan masyarakat ini kita akan panggil pihak Polresta dan TNI AU karena tidak selayaknya aparat keamanaan melakukan penganiayaan kepada masyarakat," tegasnya.**/sol


TULIS KOMENTAR

BERITA TERKAIT