Dugaan Korupsi Samsat Pelalawan Tahap Penyidikan

Senin, 04 Oktober 2010 - 17:06:20 WIB
Share Tweet Instagram

PANGKALAN KERINCI [metroterkini.com] - Polres Pelalawan, Senin (4/10) sudah memasuki proses penyidikan, dalam kasus dugaan korupsi Rp 2 milyar di Samsat Pelalawan. Kapolres Pelalawan AKBP Ari Rahman Nafarin didampingi Kasatreskrim AKP Komang Sudana SH.kepada metroterkini.com, Senin (4/10) menuturkan, saat ini pihaknya sedang memproses kasus tersebut dan tetap melakukan pengembangan terhadap bukti-bukti dan saksi lainnya. "Dari 333 dugaan kendaraan yang dicurigai, sekitar 161-nya sudah didapatkan bukti dan datanya, dengan nota pajak asli tapi palsu namun angka ini besar kemungkinan akan terus bertambah," ungkapnya. Kapolres menerangkan tersangka inisial D, diduga kuat sebagai pelaku utama sudah dimintai keterangan beberapa kali, meskipun dugaan itu hampir bisa dibuktikan namun pihak kepolisian tentunya tak mau gegabah dalam menetapkan tersangka karena proses ini masih dalam penyidikan. "Kita tunggu saja dalam beberapa hari ke depan, yang jelas kita sudah kantongi semua data-datanya dan juga tak menutup kemungkinan adanya keterlibatan oknum lain," katanya. Dalam kasus ini, pelaku akan dijerat dengan pasal 3 dan pasal 8 UU Nomor 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi dengan ancaman hukum berbeda-beda sesuai dengan pasalnya, tetapi minimal penjara lima tahun dengan disertai harus mengembalikan kerugian negara. "Pelaku akan kita jerat dengan pasal 3 dan pasal 8 UU nomor 31 tahun 1999 dengan ancaman hukuman minimal penjara lima tahun disertai harus mengembalikan kerugian negara," ujarnya. Untuk kasus ini, lanjutnya, kecurigaan ini munculnya semenjak empat bulan lalu. Pada saat itu, pelaku dengan inisial D masih menduduki jabatan Komputeriasi di Samsat Pelalawan. Tapi setelah pelaku pindah ke Samsat Provinsi Riau, barulah perbuatannya ini mulai tercium oleh aparat yang juga berada di dalam institusi tersebut. "Kita tahu di Samsat tersebut ada tiga kelembagaan yang memiliki kewenangan berlainan yakni Dispenda, Jasa Raharja dan juga kepolisian," katanya. Dikatakannya, dan ternyata selama ini permainan pelaku dalam mengelabui rekan-rekannya adalah dengan melakukan jemput bola kepada beberapa perusahaan Sperti RAPP, PT. Musi Mas, PT. Ade, PT. Mup dan kemudian menyelesaikan sendiri proses pembayaran pajak dengan nilai bervariasi untuk 1 unit kendaraan. "Nilai proses pembayaran pajaknya bervariasi, mulai dari 5 juta sampai 7 juta per unit," ungkapnya. Sementara dari pantauan media ini di Kantor Pelayanan Samsat Pelalawan, proses pelayanan terhadap warga yang berurusan di kantor tersebut tetap berjalan dengan lancar. Di kantor tersebut, tidak ada terlihat kasak-kusuk petugas terkait dengan mulai terbongkar kasus pengelapan ini.**/jef


TULIS KOMENTAR

BERITA TERKAIT