Rp100 Miliar Untuk Dana Riset Budaya

Rp100 Miliar Untuk Dana Riset Budaya

Peserta konvensi calon presiden Partai Demokrat Dino Patti Djalal menjanjikan dana sebesar Rp100 miliar untuk pengembangan riset budaya sebagai upaya sistematis pengembangan dan pertumbuhan kebudayaan Indonesia.

"Perlu upaya sistematis dalam pertumbuhan dan perkembangan budaya Indonesia. Pertama, anggaran sebesar Rp100 miliar untuk riset tentang budaya," kata Dino dalam debat bernegara peserta konvensi di Surabaya, Kamis (13/02).

Dia mengatakan konsep kedua untuk pengembangan budaya itu, dirinya akan mendirikan pusat kebudayaan Indonesia di seluruh wilayah Indonesia. Hal itu menurut dia termasuk dengan menekankan agar stasiun televisi lokal menggunakan bahasa daerahnya sendiri.

"Saya berkesan ketika ada televisi lokal menggunakan bahasa daerahnya dalam isi siarannya dan itu harus dilakukan," tegasnya.

Ketiga menurut dia, perlu digalakkan program memajukan sebuah kebudayaan oleh etnis lain. Konsep itu ujar Dino agar muncul pengembangan budaya lintas etnis daerah.

"Diperlukan lintas budaya yang diperkaya oleh orang daerah yaitu adanya 'cross' fertilisasi budaya," ujarnya.

Dino menekankan bahwa budaya Indonesia harus menjadi tuan rumah di negaranya sendiri. Menurut dia, budaya Indonesia sudah hebat namun perlu loncatan untuk menduniakannya.

"Indonesia perlu program nasional agar budaya kita dikenal secara nasional dan global," ujarnya.

Dia mengatakan di tiap kota di Indonesia harus ada zona budaya agar budaya Indonesia menjadi tuan rumah di dalam negeri. Selain itu menurut dia, apabila kebudayaan Indonesia mau unggul dan cantik maka perlu dukungan dan bantuan dari pemerintah.

"Program kebudayaan harus mendapatkan bantuan dari pemerintah untuk pengembangannya," kata mantan Duta Besar Indonesia untuk Amerika Serikat itu.

Dino mengatakan ada dua hal yang membuatnya bangga yaitu membuat desain batik di Amerika Serikat ketika dirinya masih menjabat duta besar Indonesia untuk Amerika Serikat dari 2010 hingga 2013.

Selain itu dia menjelaskan saat menjabat dubes itu, dirinya juga memasukkan olah raga pencak silat dalam kurikulum perguruan tinggi di Amerika Serikat."Budaya Indonesia harus unggul di dalam dan di luar negeri," katanya.**rls

Berita Lainnya

Index