Massa FSM Kampar Kembali Datangi Polda Riau

Massa FSM Kampar Kembali Datangi Polda Riau

Puluhan massa yang menamakan diri Forum Solidaritas Masyarakat Kampar Bersatu (FSMK) kembali mendatangi Polda Riau pada Selasa (4/2). Massa melakukan unjuk rasa di depan Mapolda Riau. 

Puluhan massa yang menamakan diri Forum Solidaritas Masyarakat Kampar Bersatu melakukan unjuk rasa di depan Mapolda Riau, Selasa (4/2). Massa menuntut keterlibatan aktor intelektual Bupati Rokan Hulu dalam kerusuhan lima desa beberapa waktu lalu.

Dalam aksinya massa menyampaikan pernyataan sikap meminta pihak Polda Riau mengusut tuntas kasus kerusuhan yang terjadi di 5 desa. Mereka juga menuntut Bupati Rokan Hulu untuk lebih bijak dalam bertindak serta mentaati aturan hukum dan keputusan hukum yang ada. Jika memang Bupati Rohul terlibat dalam pengerahan satuan Satpol PP Rohul yang berujung bentrok dan membuat sejumlah kendaraan milik Kampar rusak, dalam hal ini bupati diminta untuk ikut diusut.

"Tidak mungkin Satpol PP Rohul berani bertindak anarkis kecuali tidak ada perintah," ujar pengunjuk dalam orasinya.

Sebelumnya ratusan massa dari Forum Rakyat Peduli Kampar (FRPK) telah mendatangi Polda Riau Jalan Jenderal Sudirman, Senin (3/1) yang juga menuntut pihak kepolisian untuk mengusut tuntas kasus kerusuhan yang terjadi di 5 Desa Tanah yang selama ini terjadi konflik berkepanjangan antara Kabupaten Kampar dengan Rokan Hulu. Dalam bentrok terakhir anggota Satpol PP Rohul telah ditetapkan sebagai tersangka. 

Mereka mendesak Polda Riau mengusut dalang kasus kerusuhan di 5 desa, masing-masing Desa Tanah Datar, Intan Jaya, Muara Intan, Rimbo Jaya dan Rimbo Makmur yang dimotori anggota Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Rokan Hulu (Rohul).

Ketua Umum FRPK Ramadhan dan Korlap Mhd Junaidi Subayang dalam orasinya menyampaikan, selama ini aparat pemerintahan di 5 desa tersebut sering mendapat teror dari pihak-pihak luar yang dinilai tidak bertanggung jawab. 

Untuk itu, massa mendesak agar pihak Polda Riau mengusut tuntas dalang penyerangan yang dilakukan anggota Satpol PP Rohul.

"Kami meminta Polda Riau untuk melakukan pengamanan terhadap desa yang selama ini bermasalah. Saat ini warga Kampar dan aparat pemerintahan di 5 desa tersebut sering mendapat teror dari pihak-pihak luar," tuturnya.**dn

Berita Lainnya

Index