Kajari Pasirpangaraian Himbau Ramlan Zah Serahkan Diri

Selasa, 10 April 2012 - 18:55:04 WIB
Share Tweet Instagram

Kepala Kejari Pasirpangaraian Syafiruddin, minta mantan Bupati Rokan Hulu Ramlan Zas, terpidana kasus penyalahgunaan penyimpangan pengelolaan dana tak tersangka dari APBD Rohul 2003 senilai Rp7 miliar, agar segera menyerahkan diri kepada aparat hukum.

Ramlan Zan menjadi terpidana karena kasus penyalahgunaan penyimpangan pengelolaan dana APBD Rohul Tahun Anggaran 2003 senilai Rp7 miliar, sebab pada APBD Rohul perubahan 2003 menjadi Rp11 miliar, sehingga dia dianggap merugikan Negara sebesar Rp3,057 miliar.

Syafiruddin menjelaskan sesuai surat putusan Mahkamah Agung (MA) RI Nomor 161.K/PIDSUS/2008, tertanggal 7 April 2008, dari isi putusan telah menghukum Ramlan Zas dengan pidana penjara selama setahun 3 bulan, denda Rp50 juta, subsider 3 bulan kurungan, sesuai vonis majelis hakim Pengadilan Negeri Pasirpangaraian.

Keberadaan Ramlan Zas yang sampai sekarang masih misterius bagai hilang ditelan bumi, ditetapkan sebagai Daftar Pencarian Orang (DPO) sejak 24 Januari 2008, bersama para koruptor lain. Ramlan kini menjadi buruan pihak Kejari Pasirpangaraian dan Polres Rohul, sesuai surat eksekusi putusan MA RI.

"Kita minta saudara Ramlan Zas untuk menyerahkan diri dan menjalani hukuman sesuai surat eksekusi dari MA RI. Kejaksaan selaku eksekutor tetap menjalankan ketentuan berlaku, dan telah menjadi kewajiban kita melaksanakan eksekusi, sejak ditetapkan DPO pada 24 Januari 2008 lampau," ujar Kajari di Pasirpangaraian, Selasa (10/4/12).

Ramlan Zas bebas demi hukum dari masa tahanan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas II B Pasirpangaraian, 23 Desember 2007, saat masih dipimpin Kepala Lapas Marwadi. Dia bebas demi hukum, sebab alasan penetapan penahanan dari MA RI belum turun.

Pada 19 Desember 2007 lampau, Jaksa Penutut Umum (JPU) telah melakukan kasasi, sehingga terdakwa saat itu telah menjadi tahanan MA RI dan telah ditetapkan penahanan terdakwa sejak tanggal 19 April 2007 selama 50 hari.

"Untuk itu, kita minta kepada Saudara Ramlan Zas untuk menyerahkan diri dan mengikuti proses hukum yang berlaku dan sudah ditetapkan MA RI, dan menjalani sisa hukumannya," mintanya.

Ramlan divonis PN Pasirpangaraian, 24 September 2007 lalu, bersama Mantan Sekda Rohul Syarifuddin Nasution, dengan pidana penjara selama 1 tahun 3 bulan, ditambah denda Rp50 juta, subsider 3 bulan kurungan. Keduanya banding ke tingkat Pengadilan Tinggi (PT), namun putusan vonis PN Pasirpangaraian menguatkan, lantas keduanya kasasi ke tingkat MA RI.

Hasil penetapan kasasi MA RI, tetap menguatkan putusan PT dengan pidana penjara selama 1 tahun 3 bulan, denda Rp50 juta, subsider 3 bulan kurungan. Masa hukuman hanya dijalani Syarifuddin, sedangkan Ramlan menghilang di telan bumi sejak keluar dari masa tahanan di Lapas Klas II B Pasirpangaraian 23 Desember 2007.

"Kita terus berupaya mencari Ramlan namun belum berhasil. Bagi masyarakat Rohul dan Riau yang mengetahui atau melihat keberadaannya, agar melapor ke Kejari Pasirpangaraian atau Polisi terdekat," himbaunya Kajari.**zl/rtc


TULIS KOMENTAR

BERITA TERKAIT