Masyarakat Pulau Padang Bangun Tugu Perlawan

Senin, 05 Maret 2012 - 13:24:53 WIB
Share Tweet Instagram

Guna menentang habis sikap arogansi Menteri Kehutanan, Zulkifli Hasan yang ngotot mempertahankan operasional PT RAPP jalankan HTI di blok Pulau Padang terus mendapat perlawanan nyata dari berbagai elemen masyarakat Pulau Padang. Dari sekian banyak langkah dalam melakukan penolakan, 2 dua hari terakhir masyarakat sedang membangun monumen atau tugu perlawanan masyarakat Pulau Padang.

Menurut Muhammad Ridwan, koordinator aksi massa yang tergabung dalam Forum Komunikasi Masyarakat Perjuangan Penyelamatan Pulau Padang (FKM-P3) Kecamatan Merbau melalui selulernya menyampaikan, Menhut jangan pernah bermimpi jika konflik yang terjadi di pulau padang telah ia anggap usai.Sebab kami masyararakat pulau padang tetap menginginkan menhut merevisi SK 327 tahun 2009 dengan mengeluarkan hamparan pulau padang dari dalam SK itu.

"Biar saja waktu yang akan menjawab terkait sikap arogansi yang ditunjukan Menteri Kehutanan  Zulkifli Hasan dengan mengatakan kalau persoalan pulau padang ia anggap telah usai. Sehingga dengan sikapnya yang nyata memihak PT RAPP yang beroperasi di Pulau Padang. Menhut nyata mengabaikan aspirasi elemen masyarakat Pulau Padang yang menginginkan perusahaan Sukamto Tanoto itu hengkang dari Pulau Padang. Sikap arogansi Menhut pun ditunjukan dengan mengabaikan kesepakatan  yang ditanda tangani bersama antara pihak Kementerian Kehutanan, Perwakilan masyarakat Pulau Padang maupun dari DPD-RI. Tragisnya lagi, Menhut kembali menunjukkan sikap sombong dan keangkuhanya dengan mengabaikan rekomondasi Bupati Kepulauan Meranti untuk revisi SK Menhut No 327 tahun 2009," papar M. Ridwan.

Lanjut M Ridwan, atas sikap Menhut yang membodoh-bodohi masyarakat pulau padang artinya menhut telah membuka kran lebar lebar menentang perang masayarakat Pulau Padang. Atas sikap Menhut yang sedikitpun tidak memperdulikan nasib ribuan petani yang ada di Pulau Padang.

"Kami akan melakukan perlawanan dengan cara sendiri. Intinya guna mengantisipasi masuknya pihak-pihak yang berkaitan dengan PT RAPP di pulau padang,Salah satunya akan masuknya tim pemetaan lahan sebagaimana yang disampaikan Menhut. Kami masyarakat Pulau Padang akan melakukan pengusiran terhadap siapapun yang masuk ke Pulau Padang. Sampai saat ini, kami telah mendirikan puluhan posko di sejumlah desa. memasang spanduk dengan menyuarakan perlawanan masyarakat Pulau Padang atas sikap bejat Menhut," ujar M. Ridwan.

Terkait pembangunan tugu perlawanan masyarakat Pulau Padang, masyarakat telah pengerjaanya pos-pos sejak 15 Februari 2012. Pembangunanya menggunakan material pasir, batu bata, semen dan kayu. Bangunan tugu tersebut dibangun mirip dengan bangunan dinding benteng yang melambangankan sebuah pertahanan.

"Selanjutnya antara pondasi dengan ujung tugu akan kita buat lambang atau logo peta Pulau Padang karena tujuan pembangunan tugu ini adalah untuk mempertahankan keutuhan Pulau Padang.Sementara untuk memberikan nuansa perjuangan, pada dindiding tugu akan kita masukan berbagai alat yang digunakan oleh masyarakat dalam melakukan perjuangan,seperti cangkul, parang, Kampak, pentungan, sapu lidi dan tabung gas yang pernah kita gunakan di Jakarta guna mempertahankan pengusiran oleh aparat didepan gedung DPR-RI," uangkapnya.**def


TULIS KOMENTAR

BERITA TERKAIT