Irwan Nasir: Butuh Waktu Untuk Mengejar Ketertinggalan

Irwan Nasir: Butuh Waktu Untuk Mengejar Ketertinggalan
Kondisi daerah Kepulauan Meranti secara umum yang masih jauh tertinggal dari kabupaten/kota lainnya di Riau, tidak mustahil dapat dikejar dengan terus memacu pembangunan. Hanya saja untuk mengejar berbagai ketertinggalan tersebut dibutuhkan waktu yang cukup dan dukungan semua pihak.

Hal itu diungkapkan Bupati Kepulauan Meranti, Drs Irwan MSi, belum lama ini kepada sejumlah wartawan di Selatpanjang. Bupati Irwan menyebutkan melaksanakan sebuah pembangunan harus melalui kajian yang mendalam. Sebab bila salah mendiagnosa perencanaan, maka akan salah dalam tindakan, yang pada akhirnya akan mengalami kerugian yang cukup banyak.

"Seperti masalah pembangunan jalan, jembatan, listrik, air dan pendidikan maupun sarana kesehatan, tidak bisa dilakukan dengan tergesa-gesa. Semua harus melalui perencanaan matang dalam meletakkan sebuah pembangunan. Pembangunan yang akan kita laksanakan juga harus mampu menjawab tantangan kebutuhan masyarakat pada 20 hingga 40 tahun ke depan," ujarnya.

Di sisi lain, kata Bupati Irwan, kondisi daerah yang memang berbeda dengan daerah lainnya juga menjadi pertimbangan dan tantangan tersendiri. Artinya tidak bisa disama-ratakan letak dan kondisi Kepulauan Meranti dengan kondisi daerah lainnya di Riau. Sebab topografi tanah dan struktur tanah di Kepulauan Meranti memiliki ciri khas tersendiri. Tidak ditemukan bukit apalagi gunung, sehingga masalah material bangunan juga harus didatangkan dari daerah lain. Sementara mendatangkan bahan material ke Selatpanjang atau Kepulauan Meranti secara umum, juga harus mengeluarkan energi ekstra.

"Demikian juga nilai bahan dan nilai bangunan itu secara otomatis menjadi jauh lebih mahal. Selain bahan material dan upah tukang, masih ada lagi biaya yang tidak sedikit yakni upah transportasi mulai dari pelabuhan hingga menuju lokasi pembangunan. Karena umumnya material yang akan digunakan mulai dari tanah uruk atau tanah timbun, pasir, batu dan lainnya harus diangkut menggunakan gerobak yang ditarik dengan sepeda motor. Sehingga jangan heran kalau nilai tanah atau pasir dan batu diupah dengan hitungan seukuran 30 kilogram beratnya per goni, aneh bukan," ungkapnya.

Lanjutnya, kalau nilai sebuah bangunan di Kepulauan Meranti dipastikan tidak akan sama dengan nilai bangunan yang sama di kota dan kabupaten lainnya. Sebab sebuah bangunan berdiri tegak harus turut diperhitungkan nilai bangunan yang masuk ke dalam tanah. Nilainya hampir sebanding dengan nilai tegakannya. "Itu berarti nilai sebuah bangunan harus dikali dua untuk menghitung anggarannya. Maka dengan anggaran yang besar belum tentu memberikan volume yang besar pula," jelasnya.

Menurutnya, harus juga dipahami posisi pemerintah yang baru genap usia tiga tahun itu tidak bisa memenuhi berbagai kebutuhan masyarakat dalam tempo yang relatif singkat. Yang pasti pemerintah daerah terus bertekad mewujudkan berbagai pembangunan di berbagai bidang itu, dengan melihat setahap demi setahap berbagai realisasi pembangunan yang sudah mulai diletakkan dasar-dasarnya.

"Ibarat membangun sebuah bangunan, pemerintah saat ini meletakkan pondasi untuk bangunan lanjutan dalam tempo 20 hingga 40 tahun ke depan. Jadi seluruh perencanaan pembangunan harus melalui kajian mendalam. Sehingga pembangunan yang kita laksanakan itu akan bisa menjawab tantangan masa depan," terangnya.

Salah satu yang nyata sudah dirasakan saat ini, yakni menyangkut masalah listrik. Dimana pada beberapa dekade sebelumnya menjadi momok yang amat meresahkan masyarakat. "Namun setelah kita baru saja menjabat bupati bersama Masrul sebagai wakil, hal itu menjadi prioritas perdana dalam kebijakan pemerintahan. Mudah-mudahan ke depan tingkat elektrifikasi masyarakat di Kepulauan Meranti semakin meningkat. Kita bertekad tahun 2015 masalah listrik di Meranti akan tuntas seratus persen, sesuai dengan program terobosan yang kita lakukan saat ini," kata Bupati.

Demikian juga menyangkut infrastruktur jalan, untuk membuka isolasi daerah Kepulauan Meranti selama ini, mudah-mudahan sekitar Oktober 2012 mendatang, jalan Alai - Mengkikip dan roro-nya sudah dapat dilalui kendaraan. Sehingga masyarakat dari Kepulauan Meranti yang akan menuju daratan Sumatera sudah dapat dilalui dengan mobil.

Sedangkan menyangkut kebutuhan air bersih, Pemkab telah mengupayakan kerjasama dengan pihak swata untuk melakukan penyulingan air laut menjadi air tawar. Hal ini tidak dapat dilakukan hanya dengan membalik telapak tangan, semua itu melalui proses yang matang, sehingga Visi misi pembangunan Kepulauan Meranti menuju bandar  perniagaan yang maju dan unggul akan dapat terwujud.

"Untuk itulah kita minta kepada seluruh lapisan masyarakat agar tetap bersatu padu menjaga ketertiban dalam mendukung program pemerintah tersebut," harapnya.**rls/ryn/san

Berita Lainnya

Index