Pekanbaru Tuan Rumah Pameran Batu Mulia Tingkat Nasional

Senin, 25 Mei 2015 - 00:00:13 WIB
Share Tweet Instagram

Metroterkini.com - Kota Pekanbaru, Riau, akan menjadi tuan rumah pameran batu mulia tingkat nasional yang ditaja oleh Asosiasi Penggemar Permata Riau (APPRI) yang akan digelar pada 27-31 Mei 2015.

"Acara ini akan diikti peserta dari Batu Ampat hingga Sorong Aceh," kata Ketua Umum APPRI, Abraria Helman, saat melakukan audiensi di kediaman Wali Kota Pekanbaru, Senin (25/5).

Kepada wartawan Abraria memaparkan pameran kali ini berbeda dengan kebanyakan pameran akik, pasalnya panitia mensyaratkan setiap batu yang akan ikut harus sudah lulus uji laboratorium dibuktikan dengan surat memo lab.

Panitia juga akan membawa serta divisi laboratorium dalam acara itu, sehingga bagi masyarakat yang ingin menguji dan mengetahui jenis batu miliknya bisa dites saat pameran.

Selain itu pameran dan bazar ini juga akan menggalang dana dari hasil lelang beberapa batu mulia yang akan disumbangkan bagi bantuan panti asuhan dan anak yatim di Pekanbaru.

"Lelang akan dilakukan pada hari penutupan," paparnya.

Menurut dia, pameran batu mulia di Pekanbaru ini merupakan ajang yang ke -15 kali digelar untuk tingkat nasional. Panitia membuat 16 jenis kategori lomba, yang khusus mengangkat keunggulan batu mulia dari semua daerah se-nusantara.

"Kami berharap Wali Kota akan membuka acara pameran yang dimulai pada tanggal 27 hingga 31 Mei di Hotel Grand Dian Pekanbaru," ungkapnya.

Wali Kota Pekanbaru, H. Firdaus, menyambut baik dilakukannya pameran ini, karena ini merupakan salah satu cara untuk mewujudkan Pekanbaru sebagai kota "mice".

Firdaus berharap ini menjadi kesempatan ajang promosi produk batu mulia Riau ditingkat nasional jika perlu hingga internasional. Karena wilayah penghasil sawit nomor satu di Sumatera tersebut juga menghasilkan batu mulia yang mampu memenangi delapan kali kontes batu tingkat Sumatera untuk jenis kasedoni.

"Riau punya batu blu dari Rokan, laksamana dari Indragiri, puti singingi dari Kuansing, dan "Phantom quartz" atau lumut karang dari sungai durian, Kampar," kata Firdaus. [**htc]


TULIS KOMENTAR

BERITA TERKAIT