Masa Depan Mutiara Terbaik dari Indonesia di Mancanegara

Ahad, 10 Mei 2015 - 00:00:15 WIB
Share Tweet Instagram

Metroterkini.com - Sudah bukan suatu rahasia lagi jika Indonesia kaya akan hasil lautnya. Tak hanya terkenal akan sumber daya ikan, laut Indonesia juga menyimpan potensi besar mutiara.

Kualitas mutiara laut asal Indonesia sudah menggaung hingga telinga pasar internasional. Namun sayangnya, popularitas tersebut sering dibajak oleh negara-negara lain yang juga memiliki potensi yang sama dalam sumber daya mutiara laut ini.

Seorang ahli biota laut asal Australia, Joseph Taylor, mengatakan Indonesia merupakan pusat mutiara laut selatan (South Sea Pearl) terbesar di dunia. "Sayangnya, di dalam negeri (Indonesia) orang tidak tahu kualitasnya bagus," kata Joseph saat berbincang kepada media CNN Indonesia.com baru-baru ini. 

Pria yang juga memiliki bisnis mutiara di beberapa kota di Indonesia itu mengatakan kebanyakan mutiara yang diperdagangkan di dalam negeri merupakan mutiara jenis Chinese Fresh Water Pearl atau mutiara air tawar yang ilegal. Dimana kualitasnya jauh dari kualitas mutiara Indonesia khusus South Sea Pearl yakni dari genus kerang Pinctada maxima. 

Ia menggambarkan, untuk setiap satu kerang Chinese fresh water pearl, induk kerang bisa menghasilkan 40 butir mutiara dalam waktu yang singkat dan dihargai sekitar US$ 1-15 per gram mutiara untuk setiap ekspor. Sangat jauh berbeda dengan South Sea Pearl dari genus kerang Pinctada maxima asli laut Indonesia, yang hanya sanggup menghasilkan 1 butir mutiara dalam satu indukan kerang sehingga bisa dihargai Us$ 25 - US$ 100 per gram mutiara untuk setiap ekspor.

Perbedaan harga yang jauh inilah yang menyebbkan konsumen Indonesia lebih sering membeli dan mengimpor mutiara imitasi dan palsu dibandingkan membeli South Sea Pearl. "Dari 100 persen produksi, 90 persen pasti kami ekspor keluar, sisanya untuk kami perdagangkan di dalam negeri," katanya.

Joseph mengatakan kendala yang dihadapi para eksportir mutiara saat ini yaitu tidak adanya sertifikasi mutiara dari pemerintah. Akibat tanpa adanya sertifikasi, selama ini sering terjadi klaim sepihak kerang asal Indonesia oleh negara lain ketika sudah sampai di tingkat pengepul internasional (trader).

"Saya pernah lihat ada mutiara hasil budidaya kami di Indonesia dijual di toko Australia dibilang itu produk dari Australia, sering sekali itu," katanya.[cnn]


TULIS KOMENTAR

BERITA TERKAIT