Dana Pembinaan Pengcab KONI Dumai Dipertanyakan

Dana Pembinaan Pengcab KONI Dumai Dipertanyakan

Metroterkini.com - Perebutan kursi Ketua KONI Kota Dumai memanas saat beberapa Pimpinan Cabang (Pencab) olah raga yang bernaung dibawah KONI mempertanyakan sejumlah anggaran yang termasuk dinilai cukup fantastis  di  era kepemimpinan Ketua Umum KONI Dumai  H. Wan Fauzi Effendy.

Pasalnya , sejumlah anggaran pembinaan setiap Pencab Cabor di duga tidak sepenuhnya mengalir kesetiap Pencab Cabor yang ada dibawah binaan KONI itu mendapatkan dana pembinaan."Kita Pencab Pertina muak dan bosan terhadap kepengurusan lama yang tidak transparan terhadap pendanaan untuk Pencab ini. Namun, kita telah bertungkus lumus memajukan atlet untuk nama Dumai , tapi kemana anggaran pembinaan  selama ini yang di anggarkan dalam APND tersebut,” terang  Ketua Pencab Pertina Dumai , Indra Gunawan di depan peserta Musorkot III, Kamis (7/5) kemarin.

Menurutnya, Pertina saat ini sangat kecewa terhadap pengurus KONI lama yang tidak memperhatikan keberadaan Pencabnya selam a ini. Selain itu , Pertina juga kesal dan muak terhadap janji-janji pengurus KONI lama terhadap dana pembinaan tersebut yang hingga saat ini tidak kunjung cair untuk pembinaan Pencabnya.

"Kedepan kita meminta kepada Pengurus KONI baru agar tabit lama ini segera ditinggalkan.  Jika tidak kita Pertina akan lari dari induk organisasi ini kedepan," paparnya.

Sementara itu, pimpinan sidang yang juga Ketua Pengda Forki  Riau, H. Yusrizal Koto dengan didampingi Ketua Porlayar, H. Jamini , Ketua Pengda ISSI Riau, Ilyas Labay dan Ketua Perparani Dumai, Kimlan Antony sebagai anggota sidang merespon intrupsi dari peserta pleno LPJ pengurus KONI. 

Seperti Pencab Percasi Dumai, Ricky menyebutkan Pencabnya mempertanyakan alokasi anggaran yang tercatat dalam LPJ ini. Pencab Percasi tidak mendapatkan alokasi anggaran tersebut. Selain itu, Percasi juga mempertanyakan alokasi anggaran tiap Pencab yang terkesan tidak transparan dalam penggunaannya oleh pengurus lama.

Menyikapi pertanya para peserta pleno, Ketua umum KONI Dumai , H. Wan Fauzi Effendy menyampaikan, bahwa KONI dalam kepengurusanya siap mempertanggungjawabkanya dan siap untuk audit oleh tim independen.

"Kita KONI siap terbuka dan berani untuk di audit terhadap LPJ yang dilaporkanini," kata Ketua KONI Dumai.

Sementara itu, pimpinan sidang  di hadapan peserta mengambil sikap untuk menerima LPJ pengurus lama dengan catatan kedepanya dilakukan perbaikan.

“Kita harapkan peserta sidang pleno ini dapat  menerima apa adanya terhadap LPJ ini untuk dilakukan perbaikan kedepan yang lebih baik lagi," papar pimpinan pleno.

Diakhir pleno, pimpinan sidang  meminta kepada tim penjaringan atau verifikasi untuk segera menggumumkan nama-nama calon Ketua umum KONI kedepan. Akhirnya diputuskan tiga nama calon Ketua Umum KONI Dumai yakni, mantan Sekretaris KONI Dumai, Annorra Hasan SE , Wakil Ketua Bimpres Pencab PSSI Dumai, H. Khairuddin SE dan ketiga adalah Wakil Ketua Organisasi KONI Dumai, Timo Kipda yang terakhir dalam penyampaian visi dan misi dengan berat hati mengundurkan diri dari pencalonanya. 

Akhirnya pimpinan sidang menetapkan dua calon yang akan maju bertarung, yaitu Annorra Hasan dan H. Khairuddin. Pimpinan sidang menetapkan 28 Pencab berhak memiliki suara dan 2 suara dari KONI Dumai dan KONI Riau. Jadi panitia menetapkan suara sah 30 pemilih yang berhak menentukan Ketua Umum KONI Kota Dumai. [edi]

Berita Lainnya

Index