DPD RI Bawa Sengketa Warga Titi Akar dengan PT SRL ke Pusat

DPD RI Bawa Sengketa Warga Titi Akar dengan PT SRL ke Pusat

Metroterkini.com - Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI), Intsyawati Ayus membawa tuntutan warga Desa Titi Akar kepada PT Sumatera Riang Lestari (SRL) dibawa ke Jakarta.

Hal ini ditegaskan Intsyawati Ayus saat bertemu anggota DPRD Bengkalis, beberapa hari lalu.

Menurut Intsyawati Ayus yang akrab disapa Iin, akan membicarakan dengan kementerian terkait agar hak-hak masyarakat Titi Akar diberikan perusahaan hutan tanaman industri tersebut.

Sementara itu, informasi dari Kepala Desa Titi Akar, Sukarto, tuntutan sejauh ini masih belum ditanggapi. "Jangankan mau dipenuhi, ditanggapi saja tidak," kata Sukarto melalui sms.

Menurut Sukarto, masyarakat Titi Akar telah menyampaikan sebanyak 13 tuntutan ke pihak perusahan hutan tanaman industri (SRL) itu.

Mengetahui belum adanya etikat baik dari PT SRL memenuhi tuntutan warga yang diterima humas PT SRL Rupat, Totok, membuat semangat warga untuk menutut PT SRL semakin kuat.

"Tuntutan kami dicuekin. Makanya kami terus menuntut PT SRL," tegas Sukarto.

Dijelaskan Sukarto, tuntutan yang telah diterima humas PT SRL, Totok ditanda tangani sebanyak 700 warga.

Dalam hal ini warga meminta PT SRL agar transparan kepada masyarakat terkait tanaman kehidupan, penyaluran dana CSR, rekrutmen tenaga lokal (warga Desa Titi Akar), dan beberapa tuntutan lainnya.

Sementara itu, Manager Humas PT SRL, Abdul Hadi ketika dikonfirmasi melalui telepon seluler  minggu lalu mengatakan, pemilik ponton difasilitasi Kapolsek, tapi kades tak besedia minerima. Pihak Kades meminta utusan 

perusahaan ponton berurusan kuasa hukum desa.

Sedangkan masalah tuntutan warga yang 13 poin, menurut Abdul Hadi tidak ada tiga belas tuntutan.

Ditegaskan Abdul Hadi, berdasarkan surat hyang masuk ke perusahaan hanya 3 poin, seperti tanaman kehidupan yang sudah direalisasikan.

"Tak sampai tiga belas do, hanya tiga. Sementara tanaman kehidupan sudah direalisasikan. [rdi]

Berita Lainnya

Index